Main cast : Park Chanyeol, Lee minjae (OC you)
other cast : Baekhyun,Taeyeon,Sulli, Kai,Tiffany, dll
Genre : romantic
rating : G
type : Chaptered
Disclaimer : Cerita,alur,plot, setting di dalam ff ini adalah milik Author. Tokoh,pemeran, dan artis bukan milik saya melainkan Orang tua, agensi, keluarga dan Tuhan. saya cuma meminjam nama untuk keperluan cerita. ff ini murni inspirasi aku !! NO COPY!! NO BASH !! DON'T BE A SILENT READER !
Happy Reading~
__♥__
Suara riuh murid-murid Genie High School terdengar begitu ramai di ruangan basket indoor. terutama teriakan para yeoja.
PRITTTT
suara peluit menggema diruangan tersebut. menandakan permainan telah usai. suasana menjadi semakin ramai ketika pemenangnya adalah klub basket Genie HS. murid-murid yang ada langsung mendekat ke lapangan untuk memberikan selamat.
"yeolliee kita menang." seru namja imut berkulit putih dengan nomor punggung 4 itu dengan histeris.
"tentu kita pasti menang selama ada aku." tunjuk namja tinggi tersebut pada dirinya sendiri disertai senyum lebar yang memamerkan deretan gigi putihnya. namja berkulit putih tadi hanya mendengus sebal kemudian tertawa.
"Chukkae uri Happy Virus, karena kau sekolah kita menambah satu lagi piala." kata namja lainnya dan langsung memeluk namja tinggi yang masih tersenyum lebar itu.
"Gomawo Kris hyung" percakapan mereka terhenti karena sebuah teriakan seorang yeoja.
"Chanyeol Oppaaaaa .. neo.. jinjja daebak." yeoja itu langsung memeluk tubuh namja itu-chanyeol- dengan manja. semua mata kini menatap mereka. membuat chanyeol tertunduk malu.
"Geuman Sulli-ah. semua orang menatap kita" sedangkan yeoja yang bernama sulli itu menatap chanyeol tajam.
"oppa tidak suka aku peluk ?"
"aniya.. geurom aniya." chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal. sedangkan sulli melanjutkan aktifitasnya tadi yaitu memeluk chanyeol.
"aigoo, sulli-ah bisakah aku meminjam namjachingu mu ini ?" kata namja berkulit putih itu
"ohh, ne Baekhyun oppa" Sulli melepaskan pelukkannya sambil tersenyum paksa. baekhyun yang menyadari perubahan wajah sulli langsung berkata.
"aku akan segera mengembalikannya dan tidak akan mengenalkannya dengan yeoja lain." ucapan Baekhyun itu membuat sulli tersenyum lebar dan memperlihatkan giginya yang putih.
"aigoo, kalian berdua sama saja. benar-benar Happy Virus Couple."gumam Baekhyun yang masih bisa didengar oleh mereka yang berada disitu. dan seketika itu juga mereka tertawa.
__♥__
saat ini dua orang namja sedang duduk dipinggir sekolah. masih dengan baju basket mereka. sekolah semakin sepi karena hari ini hanya ada pertandingan olahraga antar sekolah jadi mereka tidak belajar. dan petandingan terakhir adalah basket. karena pertandingan itu sudah selesai semenjak 30 menit yang lalu. maka semua tamu sudah pulang. begitu juga para siswa. hanya ada beberapa siswa yang tinggal untuk membersihkan sekolah. atau yang memang memiliki keperluan.
"ayolah baek, ikut denganku kerumah ne ? kita rayakan bersama." entah ini yang sudah keberapa kalinya Chanyeol membujuk Baekhyun untuk ikut kerumahnya.
"Mianhae Yeolliee geundae aku sudah buat janji dengan hyungku. dia baru pulang dari Amerika dan aku tidak ingin membuatnya kecewa dihari pertamanya di Seoul." jelas Baekhyun dengan alasan yang sama sedari tadi.
"Araseo... aku pulang dulu ne." Chanyeol benar-benar kecewa dia menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rasa kecewanya. namun Baekhyun yang sudah lama berteman dengan Chanyeol bisa tahu perubahan sikap sahabatnya itu.
"Yeolliee..." panggilnya. membuat chanyeol menghentikan langkahnya dan membalikkan badanya menatap Baekhyun.
"Mianhae.. kau bisa mengertikan ?" tanya Baekhyun dengan raut wajah bersalah.
"araseo.. annyeong" chanyeol kembali tersenyum lebar seperti biasanya. kemudian berjalan pulang.
sepanjang perjalanan pulang Chanyeol terus menerus memperhatikan ponselnya. karena dia sedang saling mengirim pesan dengan Sulli. sehingga tak terasa Chanyeol sudah sampai didepan rumahnya. dengan cepat Chanyeol masuk kedalam rumahnya.
"eomma aku pulang ." teriak chanyeol. namun tidak ada jawaban. Chanyeol melepaskan tasnya di sofa ruang tamu. kemudian dengan mencari eommanya didapur, kamar, ruang keluarga, tempat mencuci, dan sekarang ditaman belakang. namun eommanya tidak ada. saat ingin kembali masuk kedalam rumah. langkah chanyeol terhenti. dia melihat sosok yeoja berambut cokelat sedang duduk diayunan yang biasa digunakan chanyeol dan noona nya untuk bersantai. Chanyeol bersembunyi dibalik tembok gading yang berjarak kira-kira 3 meter dari tempat yeoja itu. chanyeol memperhatikan yeoja itu yang sedang memejamkan mata. "siapa dia ? kenapa dia ada dirumahku?" gumam chanyeol pelan. agar yeoja itu tidak sadar. dan entah kenapa chanyeol merasa nyaman memperhatikan wajah yeoja itu. "kenapa wajahnya bisa setenang itu ?" lagi-lagi chanyeol bergumam sendiri. kemudian perlahan kedua sudut bibirnya terangkat. namun dengan cepat berubah.
"kenapa aku bersembunyi, ini kan rumahku. pasti yeoja itu ingin mencuri." dengan cepat Chanyeol menghampiri yeoja itu. namun yeoja itu masih memejamkan mata ketika chanyeol sudah berdiri didepan yeoja itu. dia benar-benar tidak menyadari kehadiran Chanyeol.Chanyeol memperhatikan lebih dekat wajah yeoja berambut cokelat itu. kulitnya putih, bibirnya tipis dan berwarna pink, wajahnya yang kecil. dan hanya satu kata yang sangat tepat menggambarkan yeoja itu 'yeppo' . itulah yang dipikirkan chanyeol. namun seakan sadar Chanyeol segera berdehem. "Ehem". yeoja itu langsung membuka matanya perlahan. matanya yang sipit dan berwarna cokelat tua itu memandang mata chanyeol. membuat chanyeol terhipnotis seketika.
"ehh. joesonghabnida." yeoja itu segera berdiri dan membukkukan badanya pada chanyeol. dengan cepat chanyeol segera kembali pada kesadarannya.
"dugu?" tanya chanyeol datar. entahlah sikap chanyeol berubah. sebelumnya dia tidak pernah sedatar ini pada yeoja. bahkan pada yeoja yang tidak dikenalnya chanyeol tidak pernah bersikap seperti sekarang.
"eoh, chonun Lee Minjae imnida." ucap yeoja yang bernama Minjae itu lembut namun Chanyeol hanya tersenyum singkat.
"apa yang kau lakukan dirumahku?" lagi-lagi chanyeol bertanya dengan nada datar. dia benar-benar bingung dengan dirinya sendiri.
"Joesonghabnida chanyeol-ssi tapi mulai hari ini aku akan tinggal dirumah ini." kata Minjae dengan ramah walaupun bicaranya masih formal dan agak kaku. Chanyeol yang terkejut hanya menatap tak percaya kearah yeoja bernama Minjae.kemudian setelah itu tanpa berkata apa-apa dia meninggalkan yeoja itu. 'mwo? kenapa yeoja itu tahu namaku ? dan apa dia bilang tadi? akan tinggal dirumahku ? siapa dia sebenarnya dan kenapa ini tiba-tiba ? sebenarnya apa yang terjadi? dan kenapa sikapku bisa menjadi sedingin itu pada yeoja itu ?' banyak sekali pertanyaan memenuhi pikiran Chanyeol. dengan cepat dia menaiki lantai dua dan masuk kamarnya untuk menenangkan dirinya. Chanyeol menghempaskannya dengan kasar keatas kasurnya. dia memejamkan mata untuk menenangkan pikirannya.
"heh sadarlah Chanyeol kenapa kau bisa mengatakan yeoja itu yeppo ? kau itu tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. dan kenapa kau bisa begitu dingin pada yeoja itu eoh?.." ucapan chanyeol terhenti karena pintu kamarnya diketuk. dengan malas chanyeol membuka pintu itu. dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang berdiri didepan pintu kamarnya.
"n..n..noona.." dengan cepat Chanyeol segera memeluk tubuh yeoja yang berdiri didepannya itu dengan ceria.
"aigoo, yeolliee kau ingin membunuh noona eoh?" tanya yeoja itu pada chanyeol.
"aniya.. aku tidak akan pernah melakukan itu." Chanyeol berkata dengan cepat. membuat yeoja itu terkekeh geli melihat tingkah namdongsaeng nya itu.
"geundae, Taeyeon noona kapan kau kembali dari jepang?"
"tadi siang."
"ahh kenapa noona tidak bilang padaku? aku kan bisa menjeput noona."
"gwenchana noona datang tidak sendirian kok dan eomma sudah datang menjemput, lagian juga jika noona beri tahu kau pasti akan bolos dari pertandingan tadi. noona tahu pasti tim mu sangat memerlukan bantuanmu ia kan ?"
"eoh, noona tahu tentang pertandinganku tadi? kenapa noona tidak datang menonton ? padahal aku ingin memperkenalkan noonaku yang yeppo ini pada teman-temanku." goda chanyeol dan karena ucapan Chanyeol barusan sebuah jitakan berhasil mendarat dengan mulus dikepala chanyeol. membuat namja itu sedikit meringis.
"kau ini. cepat mandi dan ganti bajumu kau benar-benar bau. setelah itu noona dan eomma tunggu dibawah. ada yang ingin noona kenalkan denganmu." Kata Taeyeon mendorong tubuh adiknya masuk kedalam kamar. namun Chanyeol membalikkan tubuhnya agar menghadap Taeyeon.
"noona, apa kau kenal dengan yeoja bernama Lee Minjae itu ? siapa dia ? kenapa dia bilang akan tinggal dirumah kita eoh ?" tanya Chanyeol kepada Taeyeon.
"eoh, kau sudah bertemu dengan Minjae ? padahal noona baru akan kenalkan saat kau selesai mandi nanti. baiklah kalau begitu noona akan jelaskan nanti." Taeyeon tersenyum kemudian meninggalkan Chanyeol yang kebingungan. namun tanpa banyak bicara dia segera menuruti perkataan noona nya.
setelah selesai mandi Chanyeol segera turun kebawah untuk makan malam. di meja makan sudah ada Eommanya, Taeyeon, dan yeoja yang tadi sore bertemu dengan Chanyeol di taman. Lee Minjae. mata Chanyeol dan Minjae bertemu. keduanya saling bertatapan sampai Chanyeol duduk tepat didepan Minjae. tatapan mereka terhenti saat Eomma Chanyeol angkat bicara.
"Yeollie kamu ini adalah Lee Minjae. anak Junho ahjussi dan So Eun ahjuma mu dijepang." jelas Eomma chanyeol.
"karena noona mu selama study dijepang dia tinggal di rumah Ahjussi dan Ahjuma mu dan sudah merepotkan mereka jadi saat ini Minjae akan tinggal disini untuk membalas budi mereka. kau kan sudah tahu kalau Junho dan So Eun sudah tidak ada karena kecelakaam. jadi eomma harap kamu bisa menerima Minjae. arasseo ?" sambung Eomma chanyeol panjang lebar.
"aku tidak yakin eomma." Chanyeol segera berdiri dan tersenyum sinis kearah Minjae. kemudian dia berjalan meninggalkan meja makan.
"Chanyeol, kembali kesini. cepat minta maaf pada Minjae !" namun Chanyeol hanya mengangkat tangan dan segera keluar rumah. Taeyeon menenangkan eommanya dan segera menyusul Chanyeol.
Chanyeol duduk diatap rumahnya. dia mengambil kain yang biasa digunakan. chanyeol berbaring dan menatap langit. dia memandang bintang-bintang dan mulai menghitung. tiba-tiba sebuah tangan menurunankan tangan chanyeol.
"eoh, noona.." Chanyeol tersenyum singkat kearah Taeyeon. kemudian kembali memandang langit,
"Wae ? ada apa denganmu ? kenapa sikapmu berubah ?" Taeyeon bertanya dengan lembut pada chanyeol. dia tahu sikap adiknya bukan seperti ini.
"aniya . aku tidak berubah."
"aku tahu sikapmu yeol, jangan bohong."
"Aniya noona. aku tidak berubah." nada suara Chanyeol mulai meninggi. entahlah dia tidak tahu kenapa. mengingat wajah Minjae perasaan Chanyeol naik turun. dan itu membuat Chanyeol kesal.
"araseo." Taeyeon hanya menghela napas melihat sikap Chanyeol. dia tahu Chanyeol bukan seperti ini. dia namja yang ceria, baik, ramah, dan murah senyum walaupun kadang jahil. tapi Taeyeon tahu adiknya ini tidak pernah bersikap datar atau kasar pada orang jika mereka tidak memulai. apalagi pada yeoja. dan yang terpenting Chanyeol tidak pernah berbicara dengan nada tinggi seperti tadi pada Taeyeon. Chanyeol mulai merasa bersalah pada noona nya dan dia langsung memeluk Taeyeon.
"Mianhae noona." Taeyeon yang awalnya terkejut kemudian menjadi biasa dan membalas pelukkan Chanyeol.
"hmm. kau jangan jahat pada Minjae ne? dia yeoja yang sangat baik." ujar Taeyeon yang masih dipeluk Chanyeol.
"entahlah noona. aku tidak tahu. setiap melihat Minjae aku selalu merasa kesal dengannya." tiba-tiba Taeyeon menatap mata Chanyeol. dia tersenyum hangat kepada Chanyeol. kemudian memegang pundak Chanyeol lalu berkata.
"Jaga dia Yeolliee. anggap dia seperti adikmu. walaupun dia bukan anak kandung paman dan bibimu tapi kamu tetap harus bersikap baik padanya araseo?" akhirnya Chanyeol menganggukan kepala walaupun dia tidak yakin bisa menjaga minjae bahkan bersikap baik saja dia tidak yakin. setelah itu Chanyeol dan Taeyeon menghabiskan waktu diatap sambil berbaring dan menghintung bintang.
"noona aku bingung kenapa ada orang yang sejahat itu pada noona." raut wajah Taeyeon berubah seketika.
"hhmm.." Taeyeon menundukkan kepalanya.
"jika aku menemukan namja dan sahabat ah ani. dia bukan sahabat. pokoknya jika aku menemukan mereka berdua akan kubuat perhitungan." Kata Chanyeol penuh dendam. Taeyeon yang mendengar itu hanya tersenyum melihat sikap adiknya yang paling disayanginya.
"gomawo yeol." Taeyeon melihat Minjae sedang berjalan kearah ayunan ditaman belakang tempat yang didudukinya tadi sore.
"Minjae-ah.." teriak Taeyeon kearah Minjae. yeoja itu menengok ke kiri, ke kanan. untuk mencari asal suara tersebut.
"disini. diatas." teriak Taeyeon lagi. Minjae melihat keatas tempat Chanyeol dan Taeyeon duduk. dia tersenyum kearah mereka. namun begitu tatapan Minjae dan Chanyeol bertemu. senyum diwajah Minjae memudar. chanyeol membuang muka.
"ayo naik kemari." ucap Taeyeon. Minjae menggelengkan kepalanya.tapi teta dipaksa Taeyeon akhirnya mau tak mau Yeoja itu tetap naik keatas. dan duduk disamping kiri Taeyeon.
"yeoliee. Minjae kan tidak terlalu lancar berbahasa Korea. jadi bantu-bantu dia ne?" Taeyeon menepuk pundak Chanyeol karena begitu Minjae naik Chanyeol membelakangi Taeyeon dan Minjae.
"kenapa bisa dia tidak tahu bahasa Korea ? bukankah bibi dan paman orang korea ?"
"bukan dia tidak tahu. dia tahu dan mengerti apa yang kita katakan dalam bahasa korea hanya saja dia masih kaku dan belum bisa menjawab dalam bahasa korea.jadi kau harus membantunya. araseo ?" Chanyeol menatap sekilas kearah Minjae kemudian berkata.
"Shireo." setelah itu Chanyeol langsung turun dari tangga gantung namun baru beberapa tangga dia hampir terjatuh. dan sebuah tangan memegang tangan Chanyeol. tangan itu adalah tangan Minjae. seperti ada aliran listrik mengalir ditubuh Chanyeol. kemudian setelah sadar dia langsung turun. dan langsung pergi tanpa mengatakan apapun. Taeyeon yang melihat sikap adiknya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Mianhae Minjae karena sikap Chanyeol yang dingin padamu." Taeyeon menggenggam tangan Minjae. yeoja itu hanya tersenyum.
"uhm, gwenchana." kata Minjae tersenyum. Taeyeon tahu sebenarnya dibalik Senyum Minjae yeoja itu pasti sangat sedih. maka dari itu Taeyeon sangat menyayangi Minjae.
'yeollie, noona harap kamu tidak menyakiti hati minjae' Taeyeon memeluk Minjae. tanpa mereka sadari Chanyeol sedari tadi sedang memperhatikan mereka.
__♥__
Chanyeol POV
kenapa aku jadi seperti ini ? kenapa aku sangat tidak suka pada yeoja itu. ahh dan kenapa setiap yeoja itu tersenyum aku semakin kesal padanya. aku bingung. sebenarnya siapa Minjae itu. kini kulihat dia sedang berpelukkan dengan Taeyeon noona. kenapa tadi aku merasa ada aliran listrik ketika yeoja itu menahan tanganku. bahkan aku tidak bilang terima kasih padanya. hahh, entahlah aku benar-benar bingung dengan sikapku sekarang. apa kata Baekhyun nanti jika tahu sikapku ini. aku yakin pasti dia tidak akan parcaya. aku rasa sekarang aku harus kembali kekamar. sebelum mereka menyadari bahwa sedari tadi aku memperhatikan mereka.
Chanyeol POV end
__♥__
dengan langkah gontai Chanyeol memasuki rumah dan berjalan menuju kamarnya. namun eomma chanyeol memanggil namja itu sehingga langkah nya terhenti.
"wae eomma ?" tanya Chanyeol.
"duduk." chanyeol menuruti perkataan eommanya untul duduk.
"kenapa kamu bersikap seperti itu kepada Minjae ?"
"molla eomma."
"kamu tidak boleh bersikap seperti itu lagi pada Minjae. dia masih sangat sedih karena baru kehilangan kedua orangtuanya."
"geundae eomma. apakah Minjae tahu jika dia bukan anak kandung paman dan bibi ?"
"ya dia tahu. oleh karena itu ketika dijepang yeoja itu sering dikucilkan. namun dia tidak ingin orang lain tahu kesedihannya maka dari itu jangan menyakitinya lagi ne ?"
"araseo eomma." setelah selesai berkata itu chanyeol kembali kekamarnya. dia menghempaskan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya.
"apakah hidup kamu begitu menyakitkan sampai-sampai eomma dan eonniku menyuruhku untuk menjaga dan tidak menyakitimu ?" gumam Chanyeol pelan. entahlah hari ini dia benar-benar lelah. dan dalam hitungan detik Chanyeol sudah tertidur.
bukankah ini akan menjadi awal yang menarik ? awal untuk memulai banyak kenangan. entah kenangan yang baik maupun buruk. semua itu tergantung mereka yang memulai.
TO BE CONTINUE~
Annyeong chingu Author Kimchi'12 comeback dengan ff ini..
gimana ? aneh yah ? atau kacau ? hehe mian ya kalo pada nggak puas T_T
author hanya pengen memberikan yang terbaik.
jika ada yang nggak suka author benar-benar minta maaf.
baiklah kalau begitu jangan lupa RCL ya.. ;;) annyeong~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar