chingu kalo pada mau denger lagu boleh klick music player diatas .. supaya nggak bosan ^^ semoga chingu pada suka sama apa yang saya post di blog ini .. ^^
annyeong ~ ;;)

C.A

Minggu, 22 September 2013

ff sehun EXO / never want say goodbye/ part 2

Judul : Never Want Say Goodbye

cast : - Oh Sehun (EXO)
         - Kim Jae in - jae in (you)

suport cast : Krystal, Kim jongin a.k.a Kai, dll

genre : romantic,sad,comedy (?)

large :chapter

annyeong chingu ,,, ini adalah ff pertama saya ^^ ff ini murni imajinasiku ,, kalau pun ada yang sama mian karena saya tidak tau ,, dan untuk itu saya minta maaf sebesar-besarnya jika ff yang saya buat ini mirip dengan yang sudah ada .. tapi sungguh saya tidak mencopy ff milik orang..dan mian kalo banyak typo^^ hrap maklumlah baru pemula :3 bagi yang udah baca mohon di tinggalkan jejaknya. jangan main tinggal RCL yah guys. okay.. ini dia ff nya semoga pada suka :3



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


  seorang yeoja duduk di balkon kamarnya sambil melamun menatap bintang dilangit namun pikirannya melayang kemana-mana yeoja ini terlihat seperti patung. apa benar yang dikatakan krystal ? lalu siapa yeoja itu ? Jae in benar-benar pusing memikirkan hal ini , secerdas-cerdasnya dia disekolah namun kalau masalah seperti ini dia benar-benar tidak bisa berpikir. lalu kenapa foto itu bisa berada di dalam buku kai oppa ? entah keberapa kalinya dia menghembuskan napasnya secara kasar. bahkan dia tidak merasakan kehadiran kai. awalnya kai ingin mengejutkan jae in namun melihat wajah yeodongsaengnya akhirnya dia mengurungkan niatnya.
 "jae in-ah" sapa kai lembut. namun tidak ada reaksi dari jae in "Jae in-ah.." kai menambah volume suaranya tapi tetap tidak ada tanggapan dari Jae in. sampai akhirnya ketika kai ingin memanggil lagi tiba-tiba Jae in membalikkan badannya dan betapa terkejutnya dia melihat kai sudah berdiri dibelakangnya.
 "yak oppa! kau ingin aku mati lebih cepat yah ?" kata Jae in kesal . setiap yeoja itu kesal dia akan berkata seperti itu.
 "heishh kau ini. berhenti bicara tentang kematian . disini tidak ada yang akan mati , lagian juga kamu sudah dipanggil beberapa kali tapi tidak mendengar ." Kai mencubit hidung adiknya itu dengan gemas.
 "appo... memangnya ada apa oppa sampai kau masuk kamarku ?" Jae in mengelus hidungnya yang mulai memerah akibat perbuatan kai.
 "yak ! memangnya aku tidak boleh masuk kamarmu ? kalau aku kangen dongsaengku aku tidak boleh menemuinya eoh ?" perkataan kai sukses membuat Jae in mendengus kuat seperti kuda. "hey kau itu yeoja berhenti mendengus seperti itu sungguh tidak cocok dengan wajahmu itu" kai lagi-lagi mencubit hidung Jae in namun kali ini tidak sekuat tadi. 
 "jangan mengalihkan pembicaraan oppa. mana mungkin oppa kangen ..  bilang saja oppa kalau kamu ingin minta lotion ku . tidak usah pura-pura deh aktingmu benar-benar buruk." ujar Jae in berjalan menuju meja riasnya untuk mengambil lotionnya.mendengar itu kai terkekeh . kemudian dia mengubah suaranya menjadi serius.
"Jae in-ah kau benar-benar tidak ingin pergi berobat ke Amerika ?" Kai tahu Jae in tidak pernah suka disuruh berobat alasannya hanya membuang-buang waktu. pertanyaan kai sukses membuat Jae in tertegun (?) namun dengan cepat ia merubah ekspresinya lalu menyambar lotion yang baru ditemukan.
 "eohh,, oppa ini lotionnya sebaiknya oppa mandi sana ini sudah malam." jae in tersenyum kemudian ia mendorong kai hingga ke pintu kamarnya namun ketika kai sampai dipintu dia berbalik.
 "kenapa kamu tidak mau berobat ? ini demi kesembuhanmu."
 "bukankah itu hanya akan buang-buang waktu oppa ? hhaahh, sudah lah dipikirkan toh pada akhirnya aku akan mati..." perkataan Jae in barusan sukses membuat Kai terdiam , kemudian gadis itu tersenyum manis menatap oppanya itu lalu berkata "seharusnya kau tidak usah memikirkanku oppa , lebih baik oppa pikirkan saja bagaimana cara mendapatkan dia oppa."
 "maksudmu ?" Kai bingung dengan perkataan Jae in dia tidak mengerti arah pembicaraan mereka. Jae in terlalu susah ditebak untuk kai.
 "aku tahu oppa kau menyukai sahabatku kan?"
 "n..neo.. dari mana kau ..." kai benar-benar kalah jika berhadapan dengan Jae in.
 "hahaha,, oppa kau ini.. makanya berhenti memikirkanku pikirkanlah cara mendapatkan Jung Soo jung" setelah mengatakan itu Jae in mengedipkan sebelah mata lalu masuk kekamarnya. namun tak sampai beberapa detik pintu itu terbuka kembali.
 "oppa lotionmu .." Jae in memberikan lotionnya kepada kai. lalu kembali masuk jujur saja saat ini kai masih bingung dengan adiknya itu. kemudian kai kembali kekamarnya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Drrrtttt drrrttttt drrrtttttt

 hp Jae in terus bergetar namun  tidak ada tanda-tanda bahwa sang pemilik ingin mengangkatnya. Yeoja itu duduk di balkon kamarnya sambil memegang sebuah buku berwarna cokelat dengan gambar bertema musim gugur. gadis itu terus memeluk buku itu sambil memejamkan mata. hari semakin larut dan udara semakin dingin. sesekali yeoja itu sedikit menggigil namun dia tetap tak bekutik dari tempatnya. sampai akhirnya sebuah suara benda jatuh menyadarkan gadis itu. dilihatnya handphonenya sudah berada dilantai. mau tak mau akhirnya dia masuk kedalam kamarnya dan mengecek handphonenya. ada 16 misscall dari Krystal semua. dan ada tiga pesan masuk 1 dari Krystal dan 2 dari.........Sehun. berkali-kali Jae in mengucek matanya pesan itu benar-benar dari sehun. dilihat waktu mengirimnya sudah sekitar 3 jam yang lalu. perasaan bersalah kini meliputi Jae in. dengan cepat dibukannya pesan pertama namun hanya ada pesan kosong kemudian dibuka pesan yang satu.

 from : Sehuniiee

mianhae jae in-ah aku tidak sengaja mengirimnya.

"ternyata hanya salah kirim , huh kenapa aku sempat kegeeran yah?" Jae in membuka pesan dari Krystal.

from : Krystal ^_^


yakk!! kenapa tidak mengangkat teleponku ?
ada yang ingin kukatakan padamu. cepat telepon aku
begitu kau melihat pesan ini ! 

"haisshh kenapa lagi anak ini. sudah ah aku mau tidur saja, mianhae kry-ah nanti besok aku akan mendengarkannya tapi untuk saat ini aku benar-benar tidak ingin." gumam Jae in lalu dia memasang lampu tidurnya kemudian tidur.


 keesokan harinya Jae in datang kesekolah dengan wajah pucat. ibunya sudah mengatakan untuk tidak datang kesekolah hari ini namun gadis itu membantah dan katanya ada ulangan yang harus dia ikuti.

pagi ini kelas masih sepi. Jae in berjalan menuju tempat duduknya di kursi paling belakang dan paling ujung. dia menyukai tempat itu tempat dimana dia jarang sekali jadi pusat perhatian. kepalanya terasa berat dan sesekali berdenyut. tadinya ia ingin kekelas Sehun namun dia batalkan lalu memutuskan untuk tidur sebentar . tiba-tiba meja jae in di pukul mengakibatkan bunyi keras yang menggema memenuhi ruangan kelas.
 "yakk! ini sekolah bukan hotel. kalau mau tidur sana pulang ngapain juga tidur disekolah. sekolah itu tempat buat belajar bukan buat tidur." bentak seorang gadis. jae in mengangkat kepalanya kemudian tesenyum sinis lalu tidur lagi. melihat itu spontan gadis itu kesal lalu memukul meja Jae in lebih kuat dari sebelumnya.
 "dasar tidak tahu diri. jangan mentang-mentang kamu penyakitan terus bisa melakukan apapun yang kamu inginkan. harusnya kalau penyakitan itu tinggal dirumah sakit saja berobat, nggak usah sekolah. kamu kan udah PINTAR dan KAYA" gadis itu tertawa mengejek kearah Jae In. akhirnya Jae in mengangkat kepalanya memandang gadis yang pagi-pagi sudah membuat keributan dan menyebabkan mereka kini menjadi pusat perhatian karena beberapa siswa yang baru datang menyempatkan diri untuk menonton.
 "Park Jiyeon apa mau mu hahh ?" tanya Jae in datar namun tajam.
 "aku ?? aku ingin kau membiarkan Sehun oppa menjadi milikku." katanya tegas.
 "hahh, dengan gayamu seperti ini apa Sehun oppa akan menyukaimu ?" Jae in berkata dengan nada meremehkan.
 "tentu dibandingkan denganmu aku lebih cantik dan tidak penyakitan tentunya.hahaha" Jiyeon tertawa diikuti temannya Eunjung. Jae in melirik dari atas kebawah penampilan Jiyeon. gadis itu memakai rok pendek lalu memakai eyeliner dimata wajahnya di makeup tipis 2 kancing kamejanya  dibiarkan terbuka membuat belahan dadanya sedikit terlihat.
 "kamu itu ingin kesekolah atau pergi menggoda orang Jiyeon-ssi ?" tiba-tiba Jae in berdiri dia benar-benar tidak tahan melihat penampilan jiyeon yang membuatnya takut Sehun akan menyukai gadis itu walaupun dia tahu Sehun tidak menyukai gadis seperti Jiyeon namun tetap saja Jae in khawatir.
 "mwo ? hah mungkin keduannya. aku ingin kesekolah untuk menggoda sehun oppa." jawabnya lantang kemudian tersenyum sinis.
 "terserah kau saja aku cape harus berurusan dengan hantu seperti mu." Jae in mengucapkan ini dengan pelan namun terkesan menusuk.
 "yakk! beraninya kau mengatakanku hantu. kau ini .." tangan Jiyeon siap melayang kepipi Jae in membuat gadis itu memejamkan matanya erat-erat. Krystal yang baru tiba langsung berlari kekelasnya begitu mendengar Jiyeon dan Jae in bertengkar. ketika dia sampai dikelas dia melihat sebuah pemandangan yang sangat langka. perlahan Jae in membuka matanya karena Jiyeon belum menamparnya. betapa terkejutnya dia melihat Sehun menahan tangan Jiyeon.
 "Jangan ganggu dia lagi Jiyeon-ah" kata Sehun datar. kemudian sehun menghempaskan tangan Jiyeon dan bergegas untuk pergi namun langkahnya terhenti . "tapi kenapa oppa ?" tanya Jiyeon sedih namun terkesan manja. "karena.... itu tidak pantas dan ... dia penting bagiku ... "



tbc ~

haii, akhirnya part 2 bisa di post . ^^ mian yah kalau kelamaan habisnya saya kena writer block' mian yahh semua kalau ada yang nunggu ff ini *author geer deh. gimana part 2 nya ? gajekah ? jelek kah ? anehkah ? kepanjangankah ? kependekkankah ? author nggak yakin bisa lanjutin part 3 atau nggak. huaaaa T_T author kehilangan inspirasi nihh :'( ayo dong bantu author ne ? ne ? ne ? sekali lagi maaf banget yah.. okey the last word is RCL ~ ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar