chingu kalo pada mau denger lagu boleh klick music player diatas .. supaya nggak bosan ^^ semoga chingu pada suka sama apa yang saya post di blog ini .. ^^
annyeong ~ ;;)

C.A

Rabu, 25 September 2013

ff sehun EXO / never want say goodbye/ part 3

Judul : Never Want Say Goodbye

cast : - Oh Sehun (EXO)
         - Kim Jae in - jae in (you)

suport cast : Krystal, Kim jongin a.k.a Kai, dll

genre : romantic,sad, comedy (?)

large :chapter

annyeong chingu ,,, ini adalah ff pertama saya ^^ ff ini murni imajinasiku ,, kalau pun ada yang sama mian karena saya tidak tau ,, dan untuk itu saya minta maaf sebesar-besarnya jika ff yang saya buat ini mirip dengan yang sudah ada .. tapi sungguh saya tidak mencopy ff milik orang..dan mian kalo banyak typo^^ hrap maklumlah baru pemula :3 bagi yang udah baca mohon di tinggalkan jejaknya. jangan main tinggal RCL yah guys. okay.. ini dia ff nya semoga pada suka :3

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  "kenapa dia bilang begitu ?" Jae in lagi-lagi menanyakan hal yang sama pada Krystal. dan krystal berkali-kali menjawab "i dunno" . dan jawaban Krystal lagi-lagi membuat bibir pucat Jae in tersenyum.
 "oh yah Jae in kenapa kamu tidak mengangkat telepon ku kemarin ?" Krystal kini menatap Jae in menuntut penjelasan.
 "ah mian Krystal sesudah kamu memberi tahu aku tentang Sehun itu aku langsung pulang tidur jadi aku nggak dapat menelepon mu dan membalas sms mu." dalam hati Jae in menyesali karena sudah berbohong pada Krystal . Jae in benar-benar tidak sanggup menatap mata Krystal sehingga dia memutuskan untuk menundukkan kepalanya.
 "ohh benarkah begitu nona Oh ?" Jae in tahu jika Krystal sudah memanggilnya dengan nona Oh itu tandanya dia telah melakukan kesalahan.
 "benar Kry-ah" lagi-lagi Jae in menyesali perbuatannya. tiba-tiba dia mendengar Krystal mendesah.
 "aku tahu kamu pasti sedih, tapi setidaknya kamu tidak perlu membohongiku Jae-ah " bisa dilihat dari wajahnya kalau dia kecewa. tiba-tiba mata Jae in berkaca-kaca dia menyesal telah membohongi Krystal. gadis itu langsung memeluk Krystal membuat Krystal tersentak kaget.
 "mianhae Krystal,, aku sudah berbohong aku benar-benar takut kamu memarahiku. aku memang sahabat yang jahat." mendengar itu Krystal langsung memeluk Jae in dan kemudian menangis . yah begitulah mereka berdua jika salah satu dari mereka membuat kesalahan dan akan berakhir seperti ini . wajar saja mereka berdua sudah berteman sejak sekolah dasar dan keduanya saling bergantung. ketika mengetahui Krystal memiliki namjachingu, Jae in sempat khawatir bahwa nantinya Krystal akan lebih memilih bersama namjachingu tapi ternyata tidak malah Krystal pernah putus dengan pacarnya karena pacarnya melarang dia dekat-dekat dengan Jae in sehingga membuat Jae in tersentuh . Jae in benar-benar takut di marahi.
 Tiba-tiba jae in teringat sesuatu dia mengeluarkan ponselnya dari saku kamejanya "kry-ah kau tau semalam sehun oppa mengirimiku pesan." Jae in mencari pesan semalam yang dikirim sehun "jinjja ? Lalu apa yang ditulisnya ?" Krystal sesekali melirik kearah ponsel Jae in "aku juga bingung awalnya dia mengirimiku pesan kosong lalu setelah itu dia mengirimi ku pesan untuk meminta maaf katanya dia salah tekan."  Jae in menyodorkan ponselnya pada Krystal membiarka gadis itu membacanya . "Maldo andwae .. Ini pasti ada sesuatu nih." Krystal bergumam sambil sesekali jarinya mengetuk-ngetuk didagunya tandanya sedang berpikir . "Oh yah apa yang ingin kamu katakan semalam ?"Seru Jae in tiba-tiba . "Hmmm aku sebenarnya hanya ingin bilang aku mengikuti sehun semalam dan benar dia terlihat sangat akrab dengan yeoja itu . Dan kulihat sehun tertawa bebas didepan yeoja itu" Krystal berseru sambil berapi-api dia tidak menyadari perubahan raut wajah Jae in. "Aku harus bertanya langsung padanya agar aku bisa berhenti mengejarnya" Jae in berusaha tersenyum walaupun terkesan paksa. "Tentu kamu harus menanyakannya. Aku akan ikut denganmu jika Sehun tidak mengakuinya." Jae in hanya menganggukkan kepala sejujurnya dia tidak siap mendengar perkataan Sehun nanti jika betul dia sudah memiliki yeojachingu.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Jae in sudah membereskan barang-barangnya lima menit sebelum bel bebunyi. dia bermaksud agar begitu bel berbunyi dia bisa langsung pergi kekelas Sehun untuk menanyakan hal itu. diliriknya Krystal yang sedari tadi tidur disampingnya. Jae in hanya bisa menghembuskan napas. sebaiknya aku tanya sendiri pada Sehun .

tttiiiiitttttt ~

bel pulang sekolah menggema kesegala penjuru sekolah. sekali lagi diliriknya Krystal yang masih terlelap sambil mendengarkan lagu dengan menggunakan earphone. Jae in selipkan kertas di bawah buku Krystal lalu bergegas pergi. dia harus cepat kalau ingin bertemu Sehun. tadi saat istirahat dia tidak dapat bertemu dengan Sehun karena namja itu sudah tidak ada dikelas maka kali ini Jae in tidak ingin kehilangan Sehun lagi. dengan langkah cepat dia berjalan keluar kelas namun sampai didepan pintu Jae in mengumpat karena jemputannya sudah menunggu didepan kelasnya. Jae in ingin kembali namun dia terlambat karena sopirnya sudah melihatnya.
 "ohh agashi,ayo kita pulang jika sudah selesai." kata Taecyeon Ahjussi supir ganteng yang baru bekerja 2 bulan namun sudah membuat rumah mereka sering dikunjungi oleh pembantu tetangga. (mian, taecyeon kamu hanya bisa jadi supir di ff ini T_T tak apalah setidaknya supir keren lol)
 "tapi ahjussi aku masih memiliki urusan." Jae in benar-benar penasaran dengan semua pertanyaan dikepala nya dan oleh karena itu dia harus segera menanyakannya pada Sehun.
 "tapi nyonya (author tidak tahu bahasa koreanya nyonya) menyuruhku untuk segera pulang begitu agashi selesai sekolah." Taecyeon berkata dengan tegas.
 "ahjussi beri waktu 5 menit nanti aku akan berlari agar cepat ne ahjussi ?ne?ne? " Jae in mengeluarkan puppy eyesnya walaupun wajahnya pucat namun tetap terlihat lucu.
 "andwae!! agashi tidak boleh berlari." kalian tahukan akibatnya jika Jae in berlari dan kelelahan. "makanya Ahjussi beri aku waktu . ahjussi bisa tunggu dimobil aku tidak akan lama kok." dengan terpaksa Taecyeon menganggukan kepala percuma saja adu mulut dengan Jae in tetap gadis itu akan menang karena sikap keras kepalanya itu. begitu mendapat izin Jae in langsung berjalan menuju kelas Sehun. namun dia tidak melihat Sehun namun tas namja itu masih ada. akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada Tao salah satu anggota club dance.
 "Tao-ssi kau tahu dimana Sehun?" Tao yang saat itu sedang menyapu begitu melihat Jae in tersenyum senang. "ohh Jae in sehun sedari istirahat sampai sekarang tidak masuk kelas dia bilang sih dia ingin ke perpustakaan dan karena dia tidak masuk aku harus berbohong pada Kim ssaem ." cerocos Tao panjang lebar. "gomawo tao-ssi atas infonya aku akan menyusul Sehun jadi tasnya biar aku saja yang bawah." Jae in menuju tempat duduk Sehun yang sama dengannya di paling belakang.setelah berpamitan Jae in segera mencari Sehun di perpustakaan. perpustakaan sangat jarang dikunjungi siswa maka dari itu sangat sepi apalagi sekarang sudah jam pulang sekolah. begitu tiba di perpustakaan Jae in mengintip dari jendela sebelum memutuskan untuk masuk. dilihatnya Sehun sedang tidur di meja sudut perpustakaan dekat jendela. Jae in berjalan mendekati Sehun namun namja itu masih menutup matanya. Jae in duduk didepan namja itu kemudian memperhatikan dengan lekat wajah Sehun sejujurnya Jae in harus bersyukur karena hanya dirinyalah yeoja yang dapat berbicara dengan sehun. dia dapat mengikuti sehun bahkan sehun tidak pernah protes atau memarahi Jae in berbeda dengan sikapnya pada Jiyeon atau yeoja lain. sehun terkesan dingin dan jarang berbicara dengan mereka. namun Jae in merasa sehun masih dingin padanya dan karena sehunlah Jae in selalu menolak untuk berobat karena jika gadis itu pergi dia tahu pasti dia akan kehilangan sehun selamanya dan hal itulah yang paling ditakutkannya. dia merasa tidak ada gunanya berobat karena penyakitnya semakin parah dan pastinya akan berujung pada kematian.  oleh karena itu dia tidak ingin melewati sedetikpun tanpa sehun. dia merasa sehun seperti vitamin yang membuatnya dapat bertahan. Jae in rasanya tidak ingin melepaskan pandangannya dari wajah sehun sampai akhirnya sebuah suara membuat Jae in sadar. "apa aku terlalu ganteng sampai membuat mu memandangiku seperti itu?" kata sehun masih dengan mata tertutup. seketika itu juga semburat merah menghiasa wajah putih Jae in. "yak! kau membuatku kaget, apa kau ingin aku mati lebih cepat yah?" Jae in berusaha menyembunyikan rasa malunya. "maka dari itu jauhi aku agar kau tidak mati lebih cepat." perkataan sehun membuat Jae in menatap lurus kearah namja itu .dasar bodoh. justru aku akan mati lebih cepat jika menjauhi mu . Jae in sedih mendengar perkataan Sehun . "wae ?" hanya itulah yang keluar dari mulut Jae in. "kau bilang kau akan mati lebih cepat jika aku dekat denganmu." wajah polos sehun seakan Jae in lah yang telah menyuruhnya untuk menjauhi yeoja itu. "aniya aku tahu bukan itu alasanmu menyuruhku menjauhiku." sehun mengerutkan keningnya bingung . "maksudmu ?" Jae in tertawa hambar kemudian berkata "aku tahu kamu sudah memiliki yeojachingu kan ? makanya kamu menyuruhku untuk menjauhimu." setelah berkata begitu Jae in menyesali perbuatannya . dia tidak siap menerima kenyataannya. "mwo ? aku tidak punya yeojachingu" Sehun kemudian tertawa lepas . melihat sehun tertawa seperti itu membuat perasaan suka Jae in bertambah seratus kali lipat. dia menyukai sehun saat tertawa . ani dia menyukai semua yang sehun lakukan. ditengah tawa sehun tiba-tiba ponsel jae in bergetar ternyata panggilan dari Taecyeon ahjussi .
 "oh ne ahjussi."
 "......."
 "ne sudah selesai."
 "........"
 "arasseo. ne aku akan pergi sekarang."
 "........"
 "ahjussi kau cerewet sekali deh. arasseo."
Jae in kesal karena taecyeon mengganggu nya dengan enggan dia bergegas untuk pergi. "sehunie aku pulang dulu yah. Ok ahjussi terus mengomel seperti ahjumma." setelah memberikan senyum terbaik yang jae in miliki dia segera berjalan setengah berlari . "Jae-ah" langkah kaki Jae in terhenti dia tertegun (?) karena Jae adalah nama panggilan sayang-sayang untuk nya dan yang hanya mengetahui itu adalah keluarganya dan krystal lain dari itu tidak ada yang tahu. sehun berjalan mendekati jae in yang kini berdiri membelakanginya. "jangan berlari." Jae in membalikkan badannya menatap Sehun yang kini sedang memandangnya lembut. "dan jangan terlalu lelah . araseo ?" Jae in menganggukan kepala dengan semangat sambil tersenyum senang. Sehun terkekeh pelan kemudian mengacak perlahan rambut Jae in. membuat jantung Jae in berpacu seperti roller coaster. "baiklah sehunie aku pergi dulu annyeong." Jae in melambai kearah namja itu kemudian segera pergi . kini tinggal sehun diperpustakaan sambil menatap tangannya. perasaannya kini bercampur aduk dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

  dalam perjalanan menuju tempat parkir Jae in tak henti-hentinya tersenyum bahkan sesekali dia tertawa kecil. begitu tiba di mobilnya Jae in langsung masuk dia sudah menyiapkan diri mendengar ocehan Ok ahjussi. namun sampai detik ini tidak terjadi apa-apa. Jae in mencondongkan badannya kedepan dan kin dilihatnya taecyeon sedang tertidur. haisshh dia menyuruhku untuk cepat-cepat tapi dia malah tidur. tiba-tiba Jae in memiliki ide dia berteriak tepat ditelinga taecyeon. "AHJUSSI PALLI IREONA!!!" dan hasilnya taecyeon kaget dan kepalanya terbentur atap (apasih namanya) mobil. "agashi anda mengagetkanku saja" taecyeon mengelus dadanya. "ahjussi kau menyuruhku cepat-cepat tapi ahjussi malah asyik tidur" mengingat betapa takutnya jae in sehingga dia terpaksa meninggalkan sehun membuatnya ingin memakan taecyeon. "joesong haeyo agashi." taecyeon segera menjalankan mobil dan pergi.
 Begitu tiba di rumah Jae in langsung masuk kekamarnya dan mengirimi Krystal pesan.

To : Krystal ^_^

soojung aku sudah bertanya pada sehun 
dan dia bilang dia tidak memiliki yeojachingu :D

tidak perlu menunggu waktu lama karena Krystal langsung mengirimi pesan balasan.

From : Krystal ^_^

yaa!! kau benar-benar tega meninggalkanku
dan hanya meninggalkan surat. T_T 
jinjja ? lalu siapa yang waktu itu ?
aku yakin aku tidak salah lihat.

baru ingin mengirimi balasan tiba-tiba ponselnya berdering. tanpa melihat nama pemanggil Jae in langsung mengangkat telepon itu

" jae-ah ini aku krystal .aku yakin aku tidak salah liat waktu itu"
"ne araseo kry-ah. tapi sehun bilang padaku dia tidak memiliki yeojachingu."
"baiklah besok kita tanyakan bersama."
"terserah kau saja."
"baiklah, annyeong jae-ah"

begitu sambungan dimatikan Jae in baru menyadari satu hal. Krystal tidak menelpon menggunakan nomor ponselnya melainkan menggunakan ponsel ......Kim Jong In.


tbc ~


akhirnya part 3 bisa selesai juga. gimana ? anehkah ? gaje kah ? mian yah kalau kepanjangan atau kependekan dan rada-rada nggak nyambung gitu habis Luhan oppa ngajak kencan mulu sih *diamukmassa :D kalau ada yang mau kasih saran langsung di comment aja yah.. okeyy jangan lupa RCL ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar