chingu kalo pada mau denger lagu boleh klick music player diatas .. supaya nggak bosan ^^ semoga chingu pada suka sama apa yang saya post di blog ini .. ^^
annyeong ~ ;;)

C.A

Rabu, 23 Oktober 2013

Because of Pin -Myungzy-

Title : Because of Pin
Author : Kimchi'12
Main Cast : Myungsoo and Suzy
Genre : romantic,school life
rating : general
type :oneshoot

hai hai.. author kali ini lagi suka myungzy sebenarnya udah dari dulu sih.. okay cerita ini milik saya. tapi cast, pemeran dll bukan milik author.. ff ini terinspirasi dari sebuah komik makanya rada-rada mirip gitu i'm sorry if this FF have many typo(s). okay NO COPY, NO BASH !! don't be a silent reader.. don't forget to RCL yahh ;;)

Yang nggak suka.. nggak usah baca dari pada bikin kalian kesal oke? *smirk

 Happy reading~

.....^_^.....

Author POV

 cuaca yang berawan meliputi kota Seoul. cuaca yang tidak panas dan tidak hujan membuat suasana menjadi nyaman. di atap sekolah duduk seorang yeoja sambil menikmati angin yang terus menerus berhembus mengibarkan (?) rambut hitamnya. yeoja berkulit putih dan memiliki pipi chubby itu sedari tadi memejamkan matanya sampai akhirnya seseorang memanggilnya membuatnya tersadar.
 "Yak! Bae Suzy palli turun kesini ada yang ingin kuceritakan padamu." Suzy menengok kebawah dan menemukan sahabatnya dengan wajah berbinar-binar. membuat yeoja itu terpaksa turun dari tempatnya tadi.
 "wae Jiyeon-ah?" Suzy menyelipkan rambutnya dibelakang telinganya sambil menatap sahabatnya itu.
 "aku sama Seung ho oppa baru jadian." katanya bersemangat sambil memegang tangan suzy seakan bisa menyalurkan perasaannya saat ini.
 "jinjja ? chukkae" Suzy tersenyum senang kemudian memeluk Jiyeon.
 "lihatlah ini. mulai hari ini kami sudah menggunakan ini setiap hari." Jiyeon menunjukkan Pin/bros (author bingung namanya apa. pokoknya sejenis itulah tapi author nulisnya pake Pin yah harap maklum :3) kecil berbentuk hati yang terpasang dikerah kemejanya. kalian tahu disekolah ini bagi yang sudah memiliki pacar atau sedang pacaran mereka harus memakai Pin itu dikerah kemeja mereka. untuk yeoja berwarna pink dan untuk namja berwarna biru. hal ini sudah menjadi tradisi di sekolah mereka. jika mereka yang memiliki namja atau yeoja chingu diluar sekolah tetap harus memakai Pin itu. memang aneh sih tapi itu sudah biasa bagi mereka yang bersekolah di Sekolah ini. dan bagi mereka yang tidak memakai pin sudah pasti berstatus single. Suzy hanya tersenyum menatap sahabatnya itu.
 "Suzy-ah kenapa kalian tidak pernah memakai Pin juga ? bukankah kalian sudah berpacaran semenjak 3 bulan lalu ?" Suzy hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Jiyeon. entahlah dia tidak tahu apakah harus memakainya atau tidak.
 "molla, jiyeon-ah"
 "wae ? apakah kalian sedang bertengkar ?"
 "aniya." Suzy mendesah pelan dia bingung dengan statusnya sekarang.
 "kau dan myungsoo harus memakai Pin itu agar mereka tahu kalau kalian pacaran dan tidak ada lagi yang mendekati myungsoo seperti naeun. masih hoobae saja sudah berani melawan sunbaenya." Jiyeon menjadi kesal mengingat dulu naeun yeoja kelas tingkat 1 pernah membentak Jiyeon yang sudah tingkat 3. Suzy hanya terkekeh geli melihat reaksi Jiyeon.
 "araseo.. lagian juga pakai atau tidak Pin ini tidak ada gunanya. yang penting kita hanya saling menunjukkan kasih sayang." kata Suzy mantap. membuat Jiyeon hanya menganggukan kepala.
 "kajja kita turun sebentar lagi pelajaran tambahannya akan dimulai." Jiyeon menggandeng Suzy kemudian keduanya keluar dari atap.

.....^_^.....

sesudah jam pelajaran tambahan berakhir tiba-tiba Minho datang menghampiri Suzy. namja itu seangkatan dengan Suzy hanya saja beda kelas. dan akhir-akhir ini Minho sering sekali mendekati Suzy.
 "Suzy-ah,, eommaku membuatkan kue untukmu. katanya kau harus mencobanya." Minho menyodorkan sebuah bekal pada suzy. awalnya Suzy bingung namun dia tetap menerima bekal itu karena perasannya tidak enak jika harus menolak bekal itu.
 "ahh gomawo minho-ah . katakan pada eommamu bahwa kue buatanya pasti akan sangat enak." Suzy tersenyum sehingga menibulkan eye smilenya yang menawan. Minho yang melihat itu segera mencubit pipi Suzy.
 "baiklah,, aku pergi dulu ya. annyeong." Minho melambai kearah Suzy kemudian berlari meninggalkan kelas suzy. Jiyeon yang melihat kejadian tadi langsung mendekati Suzy.
 "omo.. kenapa Minho akhir-akhir ini sangat perhatian padamu Suzy-ah ? solma.. dia menyukaimu ?" Jiyeon memicingkan mata kucingnya. "tidak mungkin Jiyeon-ah. dia hanya menganggapku teman." Suzy sudah selesai membereskan bukunya dan ketika melihat Myungsoo sudah menunggu didepan kelas, Suzy langsung berpamitan dan segera menghampiri myungsoo. sedangkan Jiyeon terdiam sambil berpikir. "jika hanya sebatas teman tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu suzy-ah.. kau tidak peka dengan perasaan minho ." Jiyeon bergumam pelan dia takut jika hubungan myungsoo dan suzy kandas hanya karena orang lain. Jiyeon tahu suzy sangat menyukai myungsoo yang sudah menjadi teman suzy sejak kecil. Jiyeon kembali membereskan buku-bukunya.

kini suzy dan myungsoo sedang berjalan menuju tempat parkir. mata myungsoo tertuju pada kotak bekal yang sedang dipegang suzy.
 "apa itu?" tunjuk myungsoo pada kotak bekal itu. suzy tersenyum kemudian menjawab.
 "ini kue yang dibuat ibunya Minho ." wajah myungsoo berubah mendengar nama Minho disebut. kini keduanya diam. begitu tiba di tempat parkir Suzy mengambil helm yang biasa dipakainya kemudian memakainya. sedangkan myungsoo sedang mempersiapkan motor nya. ketika Suzy akan naik tiba-tiba seseorang mendorong tubuh Suzy membuat yeoja itu terjatuh. dan tanpa banyak bicara yeoja yang tadi mendorong suzy segera naik keatas motor myungsoo dan memeluk tubuh namja itu. Suzy berteriak untuk menyadarkan myungsoo namun terlambat motor itu sudah melaju. Suzy ingin mengejar namun bokongnya terlalu sakit untuk berdiri. kini air matanya jatuh. yeoja itu menangis. Jiyeon dan Seung ho yang sedang berjalan kaget mendapati keadaan Suzy.
 "suzy-ah apa yang terjadi?" tanya Jiyeon panik. Suzy hanya terus menangis sambil menundukkan kepalanya.

di lain tempat kini myungsoo sudah sampai didepan rumah suzy. namun tidak ada tanda-tanda yeoja itu akan turun. dan myungsoo merasa aneh karena tidak seperti biasanya Suzy bersikap sangat manja padanya.
 "suzy-ah kita sudah sampai." hening. tidak ada jawaban. myungsoo tau suzy tidak mungkin tidur di motor. myungsoo memberanikan diri untuk menghadap kebelakang. dan betapa terkejutnya dia mendapati Naeun sedang duduk diboncengannya bukan Suzy.
 "Naeun!! Suzy mana ??" myungsoo membentak naeun dia sangat marah. naeun hanya menjawab dengan santai sambil tersenyum manis.
 "eoh, Suzy sunbae ada disekolah." myungsoo ingin membalas perkataan naeun tiba-tiba yeoja itu memeluk tubuh myungsoo erat.
 "oppa, jadilah namjachingu ku ne ? aku sangat- sangat menyukaimu" naeun berkata begitu tepat saat sebuah mobil berhenti didepan rumah suzy. dan turunlah jiyeon yang sedang merangkul suzy. myungsoo terkejut dia tidak ingin ada yang salah sangka. namun terlambat. jiyeon sudah menatap tajam kepada myungsoo. dan Suzy hanya membuang muka melihat itu. myungsoo langsung mendorong tubuh Naeun membuat yeoja itu sedikit terhuyung.
 "aniya.. bukan seperti yang kalian lihat." myungsoo berusaha menjelaskan namun Suzy langsung menyuruh Jiyeon dan seung ho membawanya masuk membuat myungsoo tak dapat menjelaskan sebenarnya yang terjadi. dia menatap tajam kearah Naeun seakan ingin memakan yeoja itu.
 "jangan pernah ganggu aku lagi Son Naeun !! aku tidak menyukaimu dan jangan paksa aku untuk menyukaimu karena aku sudah memiliki yeoja." myungsoo menekankan setiap perkataanya. Naeun terkejut dengan perkataan Myungsoo.
 "jinjja ? lalu kenapa oppa tidak memakai pin ? dan siapa yeoja itu ?" naeun memandang tak percaya kepada myungsoo. "terserah kau saja". myungsoo yang kesal langsung berlari masuk kerumah Suzy. dan myungsoo bertepatan (?) dengan Jiyeon dipintu rumah Suzy. Jiyeon menatap tajam kepada myungsoo kemudian pergi dari situ bersama seung ho. tanpa banyak membuang waktu namja itu segera berlari dan langsung masuk kedalam kamar Suzy tanpa persetujuan sang pemilik. kalian tidak usah kaget. ini sudah biasa jika myunngsoo masuk kekamar Suzy. karena mereka sudah berteman dari kecil jadi orang tua Suzy tidak pernah melarang myungsoo jika berbuat demikian. dan kini Suzy tersentak kaget melihat myungsoo yang sudah berdiri didepannya. namja itu langsung duduk didepan Suzy yang kini sedang duduk dilantai samping tempat tidurnya. suzy terus menundukkan kepalanya karena jika di menatap myungsoo pasti dia akan menangis.
 "Suzy-ah.." panggil myungsoo pelan. namun suzy tetap diam. myungsoo memanggil suzy lagi.
 "Suzy-ah.." Suzy masih menundukkan kepalanya. tidak ingin membalas myungsoo. myungsoo yang mulai kesal, memanggil nama suzy berkali.
 "Suzy suzy suzy suzy suzy suzy suzy suzy su...." perkataan myungsoo terpotong karena yeoja itu langsung memandang myungsoo dengan tatapan yang tak dapat diartikan. perasaan marah,sedih,kecewa,kesal semuanya bercampur menjadi satu.
 "Suzy-ah mianhae.. jeongmal mianhae." myungsoo berkata dengan sungguh-sungguh namun suzy hanya membuang muka.
 "aku tidak suka sama Naeun. kau kan tau aku sudah memiliki kamu jadi aku tidak mungkin menyukai naeun. kumohon jangan marah lagi." myungsoo memasang wajah memelas.
 "maka dari itu kita harus memakai pin itu agar orang-orang tau bahwa kita pacaran! jujur saja sampai saat ini aku masih bingung apakah kau menyukaiku juga atau tidak. karena sampai detik ini aku tidak pernah mendengarmu mengatakan kau menyukaiku. saat aku memberi tahumu bahwa aku suka padamu kau hanya mengajakku berpacaran. kau tidak bilang 'aku juga suka padamu suzy-ah'. sehingga itu membuatku bingung apakah harus memakai pin itu atau tidak!!" Suzy melepaskan semua yang menjadi beban dipikirannya. bahkan dia sampai ngos-ngosan setelah mengatakan apa yang dipendamnya selama ini. myungsoo hanya diam mendengar itu. keduanya terdiam selama beberapa menit sampai akhirnya myungsoo memecahkan keheningan.
 "jadi maksudmu kita harus menggunakan Pin itu ? memangnya jika kita menggunakan pin itu akan berpengaruh pada hubungan kita ? lalu kamu tidak percaya kalau aku serius berpacaran denganmu ?" myungsoo merasa kecewa. dia merasa suzy sedang meragukannya. dan itu membuatnya kesal. kali ini suzy diam membisu. otaknya berusaha menjawab pertanyaan myungsoo. namun belum sempat suzy menjawab myungsoo sudah meninggalkan kamar Suzy. pandangan suzy mulai memburam. air matanya tak terbendung lagi dia menangis. bukan itu maksudku myungsoo.. aku hanya ingin kau mengerti, bahwa aku ingin tidak ada yang mengganggu hubungan kita. aku percaya padamu sangat percaya .. tapi kamu salah sangka.. Suzy menangis sejadi-jadinya. dadanya sakit membuatnya memukul pelan dadanya.

 keesokkan harinya suzy datang terlambat. dia telat bangun. biasanya myungsoo yang akan membangunkannya tapi kali ini tidak. dan suzy terpaksa harus berdesak-desakan didalam bus. saat ini suzy berjalan dengan gontai di koridor sekolah. dia tidak masuk pelajaran ketiga yang tengah berlangsung dan Suzy memutuskan akan masuk pada pelajaran keempat. mengingat masih ada 30 menit. Suzy memutuskan untuk menghabiskan waktu diatap. ketika sampai diatap suzy naik tangga gantung (?) untuk duduk di dekat tempat penampungan air sekolah. Suzy duduk bersandar di tempat penampungan air itu sambil menatap pemandangan. tiba-tiba pintu atap terbuka. dan betapa terkejutnya Suzy melihat ternyata itu adalah Naeun dan myungsoo. Suzy memutuskan untuk bersembunyi dibalik tong air itu sambil mendengar pembicaraan mereka.
 "wae? kau bilang Jung ssaem memanggilku lalu kenapa kau membawa ku kesini ?" myungsoo bertanya dengan nada datar. moodnya saat ini sedang buruk. kalian tahukan kenapa. Naeun hanya tersenyum menis lalu memeluk tubuh myungsoo "oppa Neomu joha. Jadilah namjachinguku ne?" setiap hari Naeun terus bertanya seperti ini pada myungsoo. namja itu terkejut namun segera dilepaskannya pelukan naeun secara kasar. "sudah kukatakan padamu aku tidak menyukaimu dan aku sudah memiliki yeojachingu." walaupun dibentak dengan kasar oleh myungsoo tapi naeun tidak perduli. sekilas naeun memandang kerah kemeja myungsoo.
 "selama kau tidak memakai Pin aku tidak percaya. ahh dan walaupun kau sudah memakai Pin aku ingin kau menunjukkan yeojamu itu baru aku akan benar-benar percaya."
 "memangnya kau siapa ?"
 "aku calon yeojamu." myungsoo ingin membentak naeun lagi tapi terhenti karena dia mendengar isakan seseorang.

Author POV end

.....^_^.....

Suzy POV

 aku tidak tahan lagi. hatiku sakit bahkan didepan yeoja genit itu dia tidak ingin mengakuiku juga. harusnya dia bilang yeojaku adalah Bae Suzy. aku benar-benar tidak tahan. air mataku keluar. aku masih ingin mendengar apa yang mereka bicarakan. tapi isakan ku terlanjur keluar membuat myungsoo dan naeun menghentikan percakapan mereka. aku memang bodoh. ku lihat myungsoo menatapku terkejut. aku hanya bisa menundukkan kepala menahan malu dan sakit hati disaat bersamaan.

Suzy POV end


Author POV

 myungsoo benar-benar terkejut mendapati suzy yang sedang menangis. ingin rasanya dia berlari memeluk yeoja itu dan menghentikan tangisnya. namun mengingat kejadian kemarin, perasaan kecewa kembali menyelimuti myungsoo.
 "ohh, Suzy sunbae. kenapa kau disitu ?" pertanyaan naeun membuat Suzy dan myungsoo tersadar. mata suzy dan myungsoo bertemu namun tidak begitu lama ketika Naeun mengulangi pertanyaannya dan berjalan mendekati Suzy. namun myungsoo segera menarik tangan naeun.
 "sudahlah naeun. ayo kita pergi." myungsoo berkata dengan dingin kemudian keluar dari atap disusul naeun yang tampak tidak begitu peduli. sepeninggalnya myungsoo dan naeun, suzy menangis. namun dia langsung menghentikannya. karena sebentar lagi dia akan masuk kelas. dan mengingat betapa dinginnya sikap myungsoo tadi membuat hati suzy sakit.
ketika masuk kelas Jiyeon memperhatikan penampilan suzy yang berantakan langsung menghujam yeoja itu dengan berbagai pertanyaan. namun Suzy terlalu malas untuk menjawabnya jadi dia berkata pada jiyeon akan menjelaskan nanti. jam istirahat tiba. suzy terlalu malas untuk keluar kelas jadi begitu jiyeon dan seung ho mengajaknya kekantin , suzy langsung menolaknya dengan cepat. karena selain akan menjadi obat nyamuk dia juga pasti akan iri melihat kemesraan Jiyeon dan Seung ho. sampai saat ini juga myungsoo tidak datang menemui suzy. yeoja itu terus tidur dimejanya. tiba-tiba seseorang memegang pundaknya.
 "eohh, minho-ah wae ?" minho berdiri sambil tersenyum kearah suzy.
 "bagaimana dengan kue eommaku ? kau suka ?" tanya minho antusias. jujur saja kue itu belum disentuh suzy. selain dia lupa, dia juga tidak mungkin makan kue itu dalam kondisi seperti kemarin. namun karena suzy takut melukai perasaan minho. yeoja itu terpaksa berbohong.
 "mashita.. nan joha ." suzy mengangkat kedua jempolnya sambil tersenyum sedikit dipaksakan. minho tersenyum senang mendengar perkataan suzy.
 "suzy-ah sebentar pulang sekolah aku tunggu di taman belakang ne?" suzy yang bingung hanya bisa menganggukan kepala. toh myungsoo juga tidak akan mengantarnya pulang. ah mengingat myungsoo lagi suzy kembali kesal. minho tersenyum dan mengacak pelan rambut suzy. sebelum akhirnya pamit dan segera pergi dari kelas itu.

di tempat lain myungsoo yang kesal karena naeun terus mengikutinya memutuskan untuk masuk toilet cowok. dan namja itu masuk kesalah satu bilik (?) hanya untuk duduk sampai bel masuk berbunyi. tapi myungsoo mendengar seseorang bercerita diluar.
 "minho-ah kau yakin akan menembaknya sebentar ?"
 "ne taemin-ah, aku akan menyampaikan perasaanku padanya setelah pulang sekolah nanti."
 "tapi apa kau yakin dia belum memiliki namjachingu ?"
 "aku yakin jonghyun. suzy belum memiliki namja. karena suzy tidak memakai Pin jadi dia pasti berstatus single."
 "baiklah kalau begitu semoga berhasil minho-ah."
 "gomawo jonghyun, taemin"
tanpa mereka sadari, sedari tadi ada orang yang menguping pembicaraan mereka.myungsoo yang berada didalam wc mengepalkan tangannya. dan memikirkan sesuatu.

bel pulang sekolah berbunyi. suzy menolak ajakan jiyeon untuk pulang bersama. dan yeoja itu segera menunggu di taman belakang. dan disana sudah ada minho. namja itu tersenyum hangat kearah suzy. membuat suzy mau tak mau ikut tersenyum. dan tanpa basa-basi suzy langsung bertanya.
 "wae ? ada apa minho-ah?" tanya suzy membuat senyum diwajah minho semakin melebar.
 "suzy-ah ada yang ingin aku katakan padamu."
 "apa itu ?" tanya suzy penasaran
 "kau ingin menjadi yeojachinguku ?" suzy mematung. dia tidak bisa menjawab apa-apa. harusnya dia berkata tidak. tapi tubuhnya tetap terdiam tak mampu mengatakan apapun. sampai akhirnya sebuah tangan menarik tubuh suzy. minho menatap tajam kearah namja yang telah menarik suzy.
 "jangan ganggu dia lagi minho-ssi. karena yeoja ini milikku." kata namja itu yaitu myungsoo datar sambil menatap tajam kearah minho. minho hanya tersenyum meremehkan.
 "ya! jika dia yeojamu kenapa kau dan dia tidak memakai Pin itu eoh ? selama dia tidak memakai Pin dia bukan milik siapa-siapa."
 "memangnya jika seseorang berpacaran harus mengumbar-umbarkan (?)didepan publik ? memangnya jika memakai Pin akan berpengaruh pada hubungan ? dan jika seseorang berpacaran mereka diwajibkan memakai Pin? hentikan semua lelucon konyol ini. ada atau tidaknya Pin itu tidak akan pernah berpengaruh dalam suatu hubungan !" myungsoo kesal dan muak dengan semua ini. ketiganya terdiam beberapa detik. sampai akhirnya myungsoo berkata.
 "Mulai saat ini jangan ganggu YEOJAKU BAE SUZY." myungsoo menekankan kata terakhirnya. dan segera menarik suzy membawa yeoja itu pergi meninggalkan minho yang masih mematung.

myungsoo membawa suzy ketempat parkir. dan tiba-tiba yeoja itu menarik kasar tangannya yang sedang digenggam myungsoo. membuat namja itu kaget dan menatap suzy yang sedang menatapnya tajam. namun tak berlangsung lama karena yeoja itu tiba-tiba menangis. lalu memukul tubuh myungsoo perlahan.
 "nappeun. kau mempermainkan perasaanku Kim myungsoo. aku benci padamu tapi aku juga mencintaimu." gumam suzy yang masih bisa didengar myungsoo. namja itu menarik suzy kedalam pelukannya. lalu membelai sayang rambut yeoja itu.
 "mianhae sudah membuatmu bingung suzy-ah. aku tidak bermaksud mempermaikanmu. aku hanya terlalu memikirkan diriku dan tidak memikirkan perasaanmu. jeongmal mianhae. uljima ne ?" myungsoo melepaskan pelukannya dan dihapusnya air mata suzy.
kedua tangannya memegang pipi suzy tersenyum sambil menatap dalam-dalam mata yeoja itu.
 "dengar baik-baik. karena aku hanya akan mengatakan sekali saja dan tidak akan ada pengulangan." myungsoo memberi jeda beberapa detik kemudian segera menyambung.
 "aku.. menyukaimu sangat-sangat menyukaimu Bae Suzy.. Saranghae." dan kali ini air mata suzy jatuh dipipinya yang mulus. namun kali ini bukan air mata kesedihan tapi kebahagiaan. myungsoo melihat itu langsung panik.
 "ya! uljima .. kau cengeng sekali cagiya.." Suzy menghapus airmatanya dan tersenyum senang.
 "nado.. nado saranghae myungsoo-ah." kata suzy lantang dan segera memeluk myungsoo.
 "aku tahu itu." myungsoo membalas pelukan suzy sambil tersenyum lebar.

.....^_^.....

keesokan harinya suzy dan myungsoo datang kesekolah bersama. namun ini bukan pertama kalinya mereka datang kesekolah bersama. tapi entah mengapa mereka saat ini menjadi pusat perhatian. kalian tahu kenapa ? karena saat ini sebuah Pin kecil berbentuk hati tengah bertengger manis di kerah kemeja kedua insan itu sambil bergandengan tangan mereka menelusuri koridor sekolah yang membuat puluhan pasang mata menatap mereka berdua. banyak orang yang mengira mereka baru saja pacaran. tapi hanya mereka berdua dan Jiyeon yang mengetahui jika hubungan mereka sudah sejak 3 bulan lalu. dan kini myungsoo mengantar suzy sampai didepan kelas yeoja itu sama seperti biasa hanya saja kali ini diiringi sebuah kecupan singkat di puncak kepala suzy. membuat beberapa yeoja memandang Suzy iri. bahkan yang sudah memiliki namjachingu sekalipun. dengan perasaan senang suzy masuk kedalam kelas. semua orang menatap yeoja itu iri dan kagum. hanya satu orang yang menatap suzy sambil terkekeh siapa lagi kalau bukan Jiyeon. dan ketika istirahat suzy dan myungsoo masuk kekantin tak hanya mereka berdua saja Jiyeon dan seung ho pun ikut. membuat kantin itu ramai. bahkan ada orang yang hanya datang untuk melihat mereka. dan salah satunya Naeun. yeoja itu datang dengan mata yang sembab dan tissue ditangan.
 "oppa. kenapa kau lakukan ini padaku? kau berjanji akan menjadikanku yeojamu..." naeun berkata dengan nada yang ditinggikan. mendengar hal itu myungsoo,suzy,jiyeon dan yang ada di kantin itu terkejut.
 "ya! Son Naeun . aku tidak pernah berkata seperti itu. lagian aku sudah pernah mengatakan padamu kan bahwa aku sudah memiliki yeoja. dan yeoja itu adalah Bae Suzy." suara myungsoo yang lantang membuat orang-orang diam dan lagi-lagi suzy mendapat tatapan iri dari yeoja-yeoja. naeun meneteskan air mata lagi.
 "tapi oppa aku lebih dulu menyukaimu dari pada Suzy! dan aku tidak jauh beda bahkan aku lebih baik dari Suzy!" naeun mulai histeris.
 "kau sangat berbeda dengan suzy. bercerminlah dulu. dan asal kau tahu suzy duluan menyukaiku kau baru beberapa bulan menyukaiku tapi suzy. dia sudah sangat lama. dan oleh karena itu jangan merusak hubunganku dengan suzy yang sudah berjalan 3 bulan ini. ah dan ingat satu hal. panggil Suzy sunbae karena dia kakak kelasmu araseo?" naeun yang tidak tahan segera berlari meninggalkan kantin.
 "myungsoo-ah" saat ini suzy sudah malu. pipinya merona dan senyumnya tidak pernah lepas dari wajahnya.
 "Ya! kau juga. mulai sekarang jangan panggil aku seperti itu." Suzy bingung dan memandang Myungsoo.
 "lalu aku harus memanggilmu apa ?"
 "panggil aku 'oppa' ."Suzy terkejut mendengar perkataan myungsoo. matanya membulat sempurna. bahkan jiyeon yang duduk didepan suzy tersedak mendengar perkataan myungsoo.
 "mwoya ? shireo. kita bahkan tidak jauh beda umurnya." suzy mencibir kearah myungsoo.
 "tetap saja aku lebih tua darimu chagiya." myungsoo mengerling nakal kearah suzy. membuat yeoja itu membuang muka karena lagi-lagi pipinya merona karena ucapan Myungsoo.
 "panggil aku oppa. araseo?"
 "ne.... oppa" suzy berkata dengan pelan sangat pelan.
 "mwo ? aku tidak dengar."
 "ne.. oppa" suzy berkata lagi dengan suara yang lebih keras namun tetap masih pelan.
 "aku tidak dengar chagiya."
 "ne oppa." kali ini suzy berkata dengan suara yang normal.
 "apa ? hanbeonman." suzy yang mulai kesal dengan tingkah myungsoo segera berteriak ditelinga myungsoo.
 "NE MYUNGSOO OPPA." suzy memandang kesal kearah myungsoo yang sedang mengelus-elus telinganya.
 "ya! biasa saja tidak usah berteriak." sewot myungsoo. Suzy hanya terkekeh lalu tersenyum manis.
 "Mianhae oppa." katanya manis. dan membuat myungsoo, jiyeon, dan seung ho tertawa. melihat tingkah suzy.

kita harus tahu jika mencintai seseorang itu cukup ditunjukkan. karena perasaan seseorang itu tidak terlihat dan jika kita ingin meyakinkan seseorang tentang perasaan kita maka dari itu tunjukkanlah.semua kepercayaan seseorang ada ditangan kita. jangan biarkan ego mu merusak segalanya. karena segala sesuatu itu hanya berasal dari hatimu.

~THE END~


 Horrayyyy ! finaly end juga #ngelap keringat.. maaf yah jika kepanjangan reader ff ini . dan maaf juga jika ceritanya ngebosanin dan membingungkan. author tahu ceritanya gaje dan aneh.. tapi mohon komentarnya ya soalnya kasian author ._. #plak... okay bagi yang udah baca harap ditinggalkan jejaknya .. ^_^ RCL yah guys.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar