Judul : Never Want Say Goodbye
cast : - Oh Sehun (EXO)
- Kim Jae in - jae in (you)
suport cast : Krystal, Kim jongin a.k.a Kai, dll
genre : romantic,sad, comedy(?)
large :chapter
annyeong chingu ,,, ini adalah ff pertama saya ^^ ff ini murni
imajinasiku ,, kalau pun ada yang sama mian karena saya tidak tau ,, dan
untuk itu saya minta maaf sebesar-besarnya jika ff yang saya buat ini
mirip dengan yang sudah ada .. tapi sungguh saya tidak mencopy ff milik
orang..dan mian kalo banyak typo^^ hrap maklumlah baru pemula :3 bagi
yang udah baca mohon di tinggalkan jejaknya. jangan main tinggal RCL yah
guys. okay.. ini dia ff nya semoga pada suka :3
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
apa yang akan kalian lakukan jika dihadapkan dengan dua kenyataan yang bertolak belakang yang sama-sama menyuruhmu mempercayai kedua kenyataan tersebut . namun itu tidak mungkin, karena kamu harus memilih salah satu dari kenyataan tersebut. dan kini Jae in dihadapkan dengan dua kenyataan yang membuatnya bingung. kenyataan dia harus mempercayai perkataan sehun atau foto yang dikirim krystal semalam. hatinya ingin mempercayai perkataan sehun namun otaknya memaksanya mempercayai foto itu. dan kini disinilah Jae in didalam ruangan pengap sambil berjongkok dan namun pikirannya mulai beradu (?) dengan hati dan otaknya. ya, Jae in terbangun jam 4 pagi karena perutnya sakit padahal semalam dia tidur jam 12 dan itu berarti dia hanya tidur selama 4 jam. semalam dia tidak makan nasi akibat foto itu sehingga Jae in jadi malas makan dan dia hanya memakan 3 cup eskrim caramel dan makan ramen dan hasilnya dia terbangun pagi-pagi karena perutnya sakit dan kini dia berada didalam toilet. dan kini jam sudah menunjukkan pukul 7.00 dan itu artinya Jae in sudah 3 jam berada didalam toilet itu. jika saja Jia ajumma tidak mengetuk pintu mungkin Jae in bisa terlambat. "Agashi, kau sudah bangun ?". Jia kini sudah masuk kedalam kamar Jae in kamar gadis itu tidak pernah dikunci untuk mencegah jika terjadi sesuatu pada Jae in mereka bisa dengan cepat menolongnya. Jia melihat Jae in tidak ada ditempat tidurnya. sekali lagi dia memanggil "agashi kau sudah bagun ? cepat nanti terlambat." seakan tersadar Jae in langsung tersentak kaget dan dengan cepat dia langsung bergegas. "NE AJUMMA .." teriaknya dari dalam. Jia ajumma hanya bisa geleng-geleng kepala. tak sampai 20 menit Jae in sudah berdiri didepan meja makan. nafasnya ngos-ngosan (?). Jae in sempat berlari tadi karena takut terlambat. Jia ajumma yang melihat itu spontan berteriak. "AGASHI , KENAPA KAU BERLARI ?" dengan panik Jia ajumma berlari mendekati Jae in untuk memeriksa keadaan yeoja itu. dia langsung berlari ke kotak obat dan mengambil beberapa obat lalu kembali kehadapan Jae in .yeoja itu hanya mendengus kesal melihat tingkah Jia ajumma yang sudah dianggap eomma keduanya itu. berpikir tentang eomma tiba-tiba Jae in teringat eommanya. "ajumma.... eomma belum pulang juga ?" tanya Jae in Jia hanya mengangguk. Jae in menarik nafas kemudian menghembuskannya kentara sekali kalau dia kecewa. Jae in melampiaskannya pada Jia ajumma. dipeluknya erat-erat tubuh Jia membuat Jia tersentak kaget. namun ini sudah biasa. ketika mereka sedang asyik berpelukkan tiba-tiba sebuah klakson menyadarkan mereka. Jae in segera mengambil tas nya dan pamit kepada Jia ajumma . "agashi jangan berlari." kata Jia begitu Jae in sudah bersiap untuk berlari. "haishh baiklah ajumma." yeoja itu tersenyum manis kemudian berjalan menuju mobil yang sedari tadi menunggunya.
sekolah sekarang sudah ramai tentu saja karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. awalnya Jae in ingin menyempatkan berkunjung kekelas sehun namun tidak jadi karena 5 menit lagi pelajaran akan dimulai. begitu tiba dikelas Jae in menyapa semua orang dan langsung bergegas ketempat duduknya. "selamat pagi Jae in" sapa namja yang duduk didepannya dengan ceria. "ohh, selamat pagi juga xiumin-ah" Jae in tersenyum manis memandang namja berpipi chuby itu. seakan tersadar dilihatnya kursi Krystal kosong namun tas yeoja itu sudah ada. "ehmm, Xiumin-ah kau melihat Krystal ?" Xiumin tampak berpikir sebentar kemudian menjawab. "tadi pagi setelah menaruh tas dia langsung keluar." Jae in tersenyum kepada xiumin "gomawo Xiumin-ah" Jae in benar-benar pusing terlalu banyak pikiran diotaknya. namun aktivitasnya terhenti karena Park ssaem sudah masuk kelas disusul Krytsal dibelakang yang tampak sehabis berlari karena nafasnya ngos-ngosan (?) yeoja itu langsung berlari ketempat duduknya dan sedikit melambai kearah Jae in padahal mereka satu tempat duduk. ketika Krystal baru saja duduk Jae in langsung melemparkan beberapa pertanyaan.
"yak.. kau dari mana ? kenapa kau pagi-pagi sudah jalan-jalan? tidak seperti biasanya kau melakukan itu . lalu kenapa kemarin kau meneleponku memakai nomor ponsel kai oppa ? apa kalian berkencan ? lalu foto itu dari mana kau dapatkan ? kau tidak membohongiku kan ? tapi..." kata-kata Jae in terpotong karena Krystal langsung mendekap mulut yeoja itu. "yakk! tanya satu-satu . kau membuatku pusing." Krystal menggeram kesal. Jae in mengerucutkan bibirnya Krystal menghela napas kemudian berkata . "aku................." dengan wajah penasaran Jae in menatap Krystal. dia tidak suka ucapan yang digantung seperti itu membuatnya penasaran. "..... akan menjelaskan nanti." Jae in mendengus kesal . "wae ? kenapa tidak sekarang saja ?" Jae in menggerutu sebal. "yak. lihat lah kedepan wajah Park ssaem tidak normal lagi. kau ingin kita berdua digoreng?" dengan suara sedikit berbisik Krystal mengisyaratkan Jae in untuk melihat kedepan. dengan perlahan-lahan wajah yeoja itu berpaling kedepan seperti adegan di slow motion . dan benar saja. Park ssaem sedang menatap mereka berdua dengan tatapan yang sering mereka sebut tatapan horror.keduannya (Jae in dan Krystal) tersenyum kikuk lalu menundukkan kepala sambil berpura-pura menulis. sebetulnya Jae in bisa saja tidak ikut pelajaran karena yeoja itu pintar namun dia merasa kasihan dengan Krystal dan memutuskan untuk tinggal.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
bel istirahat berdering beberapa siswa langsung berlari menuju kantin namun ada juga yang memilih tinggal dikelas seperti Jae in dan krystal. keduanya tinggal bukan karena mereka tidak punya uang untuk membeli makanan malahan mereka memiliki banyak uang. tapi karena keduanya membawa bekal sendiri dari rumah. bekal Jae in hari ini hanya roti karena dia yang memintanya pada jia ajumma. jae in tidak memiliki selara makan . bahkan dia sering tidak makan. dan hanya dipaksa oleh krystal , Jia ajumma atau kai. jae in melirik kearah Krystal yeoja itu menarik napas kemudian menghembuskannya lagi. Jae in sudah tau apa yang terjadi pada temannya itu.
"jajamyun lagi ?" tebak Jae in dan dibalas dengan anggukan lemah dari Krystal.
"wae ? kenapa wajahmu seperti itu?"
"haish aku kesal sama eommaku. dia tiap hari memasak jajamyun katanya dia sudah menemukan resep baru dan aku harus mencobanya. ternyata hasilnya jajamyun juga. eommaku suka jadi koki tapi dia tidak tahu memasak.mengikuti master chef korea tapi lupa membedakan gula dan garam haish aku bosannnnn." cerocos krystal panjang lebar gadis itu terlihat frustasi. jae in tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
"kau seharusnya bersyukur kry-ah karena eommamu masih peduli padamu dan masih menyempatkan diri membuatkanmu bekal, sedangkan aku, eomma dan appa hanya mementingkan pekerjaan dibandingkan aku. mereka akan pulang dan merawatiku jika mendengar sakitku kambuh. haahh rasanya aku ingin penyakitku kambuh setiap hari." Jae in berkata sambil tersenyum miris. Krystal yang mendengar hal itu merasa bersalah sudah membicarakan hal ini dengan Jae in.
"mianhae.." lirih krystal. dia memeluk Jae in yang hampir saja menitikan air matanya.
"gwenchana kau tidak punya salah, jadi berhentilah meminta maaf." jae in tersenyum lalu melepaskan peluka Krystal.
"baiklah ayo kita coba masakan eommamu." kata Jae in berusaha mengalihkan pembicaraan.
"hooo!" dengan cepat Krystal menarik bekalnya dari Jae in.
"wae? aku juga ingin mencoba masakan ibumu." Jae in mengeluarkan puppy eyesnya. namun tidak bekerja pada Krystal karena dia terlalu sering melihatnya.
"satu kali suapan bayar." Krystal tersenyum gaje sambil mengangkat-angkat (?) keningnya kearah Jae in.
"haish yak! kenapa kau itu begitu mata duitan Krystal-ssi"
"didunia ini tidak ada yang gratis nyonya Oh."
"geureom, jika aku membayarmu kau harus menjawab pertanyaanku."
"araseo.." Krystal membuka kedua tangannya kemudian Jae in memberikannya uang.
"jawab pertanyaanku Jung Soo jung."
"dengan senang hati nona Oh." Krystal tersenyum manis kearah Jae in maklum dia baru saja dapat duit.
"apa hubunganmu dengan kai oppa." seketika itu juga senyum diwajah krystal memudar digantukan dengan rona merah dipipi. melihat saja Jae in sudah bisa menebak apa yang terjadi pada mereka berdua.
"palli jawab aku. kuhitung sampai tiga jika kau tidak menjawabnya uangku kutarik kembali. hana....... dul...... s.." Krystal langsung menutup mulut Jae in.
"ara.. aku dan kai oppa .... sebenarnya... ehmm.. baru... jadian.." katanya malu-malu. Jae in hanya mendengus melihat perubahan sikap temannya itu. bagaimana tidak Krystal yang terkenal kasar dan dingin pada namja kini bisa menjadi seperti bunga putri malu. disentuh sedikit saja menutup.
"eohh.. jadi ada yang mau pacaran sembunyi-sembunyi yah.."Jae in berpura-pura ngambek.
"aniya.. bukan begitu, orang Kai oppa saja baru nembak tadi pagi."
"mwo ?" dengan mulut terbuka dan ekspresi terkejut membuat wajah imut Jae in terlihat seperti orang bodoh.
"yak! jangan seperti itu Kim Jae in. kau terlihat 'aneh'." Jae in langsung merubah ekspresinya.
"ahh ya. kau sudah trima foto itu ? aku lupa kalau luna ternyata mengambil gambar mereka waktu itu." Krystal melahap jajamyun buatan eommanya dengan rakus padahal tadi dia bilang bosan.
DEG...DEG...DEG
jantung Jae in berdetak lebih kuat lagi. padahal tadi dia sudah melupakannya. tanpa basa-basi, yeoja itu langsung berjalan keluar kelas sedangkan Krystal segera menyusul Jae in dengan mulut penuh dengan jajamyun.
kini mereka berdua tiba dikelas Sehun. dilihatnya melalui jendala namja itu tidak ada didkelas. berarti dia berada di perpustakaan. dengan langkah cepat Jae in menuju perpustakaan sedangkan Krystal hanya mengikuti Jae in dari belakang sejujurnya dia masih ingin makan bekalnya.
dan benar dugaan Jae in Sehun berada diperpustakaan dan seperti biasa namja itu tidur disitu sambil mendengrkan lagu dengan headset. dari jauh saja namja itu sudah terlihat cakep membuat jantung Jae in berdetak berpuluh-puluh kali lipat dari biasanya. dengan perlahan dia mendekati Sehun. Krystal memilih menunggu diluar. Jae in tersenyum pahit membayangkan jika benar sehun membohonginya.
"sehuniee." Jae in memanggil Sehun dengan pelan sambil mengoyang perlahan lengan Sehun. namja itu membuka matanya. dan dilihatnya Jae in yang tengah duduk didepannya sambil tersenyum miris.
"Sehuniee kau membohongiku?" itu adalah pernyataan yang terdengar seperti pertanyaan.
"aniya aku tidak pernah membohongimu." kata sehun dengan nada santai
"kau bilang kau tidak mempunyai yeojachingu lalu bagaimana dengan ini ?" Jae in menunjukkan foto kemarin yang dikirim Krystal. Sehun terkejut melihat foto itu. dan tiba-tiba Krystal muncul dan berkata.
"tidak usah bohong sehun aku melihatmu dengan yeoja itu di daerah Myeongdong lalu kalian pergi kekedai eskrim setelah itu ke toko bubble tea sambil berpelukkan dan bergandengan tangan. bahkan tak jarang kau tertawa lepas dengan yeoja itu." ujar Krystal panjang lebar dia yakin tidak salah lihat. Sehun terkejut dengan semua ini tapi bukan karena dia kedapatan sedang bermesraan dengan seseorang tapi...
"ya.. itu semua benar..." kata sehun dan bisa dilihat Krystal tersenyum dan Jae in menundukkan kepalanya tak tahan menahan sakit dihatinya.
"tapi....." lanjut Sehun
"aku berjalan bukan dengan seorang yeoja.. melainkan namja !dan dia adalah hyungku." kata sehun yang membuat Krystal dan Jae in terkejut dan sama-sama berteriak.
"MWO??"
tbc ~
gimana part ini ? kepanjangan ?kependekkan? mian kalo banyak typo :3.. oke jangan lupa RCL ;;)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar