Judul : Never Want Say Goodbye
cast : - Oh Sehun (EXO)
- Kim Jae in - jae in (you)
suport cast : Krystal, Kim jongin a.k.a Kai, dll
genre : romantic,sad, comedy(?)
large :chapter
annyeong chingu ,,, ini adalah ff pertama saya ^^ ff ini murni
imajinasiku ,, kalau pun ada yang sama mian karena saya tidak tau ,, dan
untuk itu saya minta maaf sebesar-besarnya jika ff yang saya buat ini
mirip dengan yang sudah ada .. tapi sungguh saya tidak mencopy ff milik
orang..dan mian kalo banyak typo^^ hrap maklumlah baru pemula :3 bagi
yang udah baca mohon di tinggalkan jejaknya. jangan main tinggal RCL yah
guys. okay.. ini dia ff nya semoga pada suka :3
PS : lagu yang cocok didengar dipart ini 'The one-Best wishes to you'
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
tidak terasa sudah sebulan Jae in dan Sehun berpacaran. mulai dari bulan September dan hingga kini sudah bulan Oktober. tepat tanggal 30 oktober nanti Jae in akan berulang tahun. namun yeoja itu tidak senang. padahal seharusnya dia senang bukan ? namun nyatanya dia tidak senang. kalian tahu kenapa ? itu karena dia takut jika hari semakin berlalu bukankah itu tandanya hidupnya juga semakin menipis ? membayangkan saja sudah membuat dada Jae in sesak. dia tidak ingin meninggalkan semua yang dia miliki sekarang. bukankah itu egois? Jae in mengetahui bahwa dirinya egois. entalah akhir-akhir ini Jae in merasa dirinya sangat egois.
'Lovely Park' itu lah nama yang di berikan Sehun dan Jae in untuk taman ini. taman dimana yang membuat Sehun dan Jae in setiap pulang sekolah selalu menyempatkan diri untuk pergi ketaman ini. bahkan jika mereka ingin bertemu, mereka hanya akan ketaman ini tidak seperti yang lainnya jika akan berkencan harus ke restoran atau jalan-jalan ketempat lainnya. mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu di taman ini sambil memakan eskrim atau sekedar bercerita. dan kini Jae in sedang menunggu Sehun ditaman itu. dia berjongkok di tanah dan mengambil ranting pohon dan mulai menggambar-gambar dilantai. karena ini sudah memasuki musim gugur, musim yang paling Jae in sukai yang membuatnya selalu ingin beraktifitas diluar. walaupun biasanya musim gugur sering kali turun hujan namun Jae in sangat menyukainya. tiba-tiba kepalanya terasa sakit dilepasnya ranting pohon itu dan kedua tangannya memegang kepalanya. tiba-tiba jae in bisa merasa ada carian kental dan hangat mengalir keluar dari hidungya. ige mwoya? apa penyakitku sudah separah ini, hingga tidak lelah pun atau berdiri dibawah matahari terlalu lama membuatnya kambuh? Jae in tidak membawa tissue atau sapu tangan. karena rumahnya cuma dekat jadi dia tidak membawa barang apa-apa. segera saja dia mengelap hidungnya dengan tangannya. tiba-tiba sebuah suara memanggilnya dari belakang, suara yang sangat dikenalnya yang setiap hari membuatnya ingin terus menerus mendengarnya. dengan cepat yeoja itu membersihkan hidungnya dan berbalik menatap sang pemilik suara yang memanggilnya tadi. dengan tangan yang disembunyikan dibalik tubuhnya dan wajah yang pucat, ani wajahnya kali ini lebih pucat dari biasanya. tersenyum kearah Sehun.
"eohh sehuniie, kau sudah datang?" namja itu sedikit belari kearah Jae in membuat napasnya ngos-ngosan. entah sehun menyadari atau tidak perubahan wajahnya namun Jae in berusaha untuk bersikap biasa.
"Jae-ah.... mianhae... aku telat" napas Sehun masih belum beraturan Jae in hanya tersenyum melihat wajah Sehun.
"gwencana oppa." Sehun tersenyum mendengar perkataan Jae in, melihatnya tersenyum saja sudah mengurangi rasa sakit ini. Jae in membalas senyum Sehun kemudian dia pergi ke arah keran air dipojok taman untuk mencuci tangannya. Sedangkan Sehun sedang beristirahat sejenak. Jae in kembali dengan wajah yang sudah sedikit lebih baik. walaupun masih tetap pucat. tiba-tiba Jae in memeluk tubuh Sehun dari belakang membuat sehun bingung namun namja itu tidak bergerak. pelukan Jae in semakin mengerat dan tiba-tiba yeoja itu berkata dengan pelan "oppa.. saranghae..." ada sedikit berbeda dari nadanya bicara. kali ini terdengar lemah dan sedih. membuat perasaan Sehun tiba-tiba menjadi gelisah.
"wae ? ada apa denganmu ?" tanya Sehun berusaha membalikkan badannya namun yeoja itu tetap memeluk Sehun seakan tidak ingin namja itu melihat dirinya.
"aniya.. aku hanya ingin mengatakan apa yang ada dipikiranku sekarang..oppa" dan sekarang perasaan Sehun sudah tidak tenang lagi.
"Jae-ah ,, kau sakit ?" Sehun mulai khawatir dengan perubahan sikap Jae in.
"oppa apa yang akan lakukan jika seandainya aku meninggalkanmu ?" Jae in menghiraukan pertanyaan Sehun. Sehun tidak tahan lagi mendengarkan pertanyaan Jae in yang semakin ngawur. dilepasnya pelukan Jae in dan berdiri menatap mata yeoja itu. wajahnya pucat dari matanya terlihat jika dia sedang ketakutan dan sakit . Sehun langsung memeluk tubuh Jae in.
"Andwae !! kau tidak bisa meninggalkan aku !! Andwae!!" entah kenapa sekarang Sehun dipenuhi rasa takut jika apa yang dikatakan yeoja itu benar. Jae in hanya tersenyum mendengar perkataan Sehun. namja itu melepaskan pelukkannya lalu kembali menatap mata hitam yeoja yang disayanginya.
"kajja aku antarkan kau pulang saja. sepertinya kau sedang tidak sehat." Sehun merangkul pundak Jae in. yeoja itu hanya menurutinya tubuhnya terasa lemah bahkan dia tidak dapat berjalan membuat Sehun menggendong Jae in dengan gaya bridal style. membuat Jae in terkejut namun akhirnya dia melingkarkan tangannya dileher Sehun.
"mianhae oppa, sudah merusak kencan kita hari ini." ujar Jae in pelan tapi masih bisa didengar Sehun.
"gwencana..." Sehun tersenyum. kemudian terus berjalan menuju rumah Jae in. selama perjalanan keduanya hanya diam. Jae in memejamkan mata sambil menghirup aroma tubuh Sehun. mungkin nantinya dia tidak akan lagi mencium bau ini. ketika tiba dirumah Jae in, Ok ahjussi yang sedang mencuci mobil begitu terkejut melihat Jae in yang sedang digendong Sehun. dan segera berlari membuka pagar untuk melihat apa yang terjadi.
"apa yang terjadi dengan agashi?" Taecyeon dengan panik menuntun Sehun menuju kamar yeoja itu. begitu juga Jia yang begitu mendengar keributan segera berlari untuk melihat apa yang terjadi dan ketika melihat Jae in sedang digendong Sehun membuat Jia tak kalah panik dari Taecyeon segera berlari dan menyusul mereka.
"Sehun-ssi apa yang terjadi dengan agashi ?" tanya Jia panik
"molla, tadi di taman tiba-tiba tubuhnya menjadi lemah begini." Sehun menaruh tubuh Jae in dengan hati-hati dikasur yeoja itu.
"Gamsahamnida Sehun-ssi." ucap keduanya kompak. Sehun hanya balas mengangguk. dipandangi kamar yeoja itu. dan betapa terkejutnya dia ketika melihat meja belajar yeoja itu ada fotonya disana. entah dimana dia mendapatkannya tapi difoto itu Sehun tampak sedang tertawa. dan disamping foto itu ada sebuah tulisan 'biar lebih semangat belajarnya, pandang wajah sehun saja. ^^ hwaiting Jae in !' bukan hanya disitu bahkan didinding kamar yeoja itu ada banyak fotonya. dimeja samping tempat tidur yeoja itu ada bingkai yang memuat foto selca mereka berdua. Sehun tak menyangka jika Jae in begitu menyukainya. kini dia merasa dirinya sangat beruntung. namun dia kembali merasa takut ketika mengingat kata-kata Jae in di taman tadi. Apa yang akan dilakukannya jika Yeoja itu meninggalkannya? Sehun tidak ingin ditinggalkan lagi. sudah cukup dia bersedih karena Jiyeon dulu meninggalkannya dan kini Jika Jae in juga meninggalkannya entah apa yang akan dilakukannya. lamunannya tersadar ketika ponselnya bergetar. ternyata pesan dari eommanya yang menyuruh Sehun untuk segera pulang. namja itu berjalan mendekati Jae in lalu dielusnya rambut yeoja itu. "Chagi, aku pulang dulu yah,, cepat sembuh." setelah berkata begitu, Sehun mencium kepala Jae in lalu pergi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kai yang sedang mengerjakan tugas kelompok dengan Kris,Kyungsoo,Suho,dan Lay begitu mendapat telefon dari Jia ahjumma yang mengatakan bahwa Jae in sakit langsung berpamitan pulang. kini dia sedang duduk disamping tempat tidur adiknya itu. diperhatikan baik-baik wajah Jae in yang lebih pucat dari biasanya. tiba-tiba Jae in bangun dilihatnya Kai yang sedang duduk disamping tempat tidurnya sambil menundukkan kepala.
"oppa...." panggil Jae in lemah bahkan nyaris tak terdengar. Kai melihat Jae in sudah sadar dia langsung mendekati adiknya itu. lalu dipegang tangan Jae in. dingin. ya, tangan yeoja itu dingin.
"oppa.. appo..." Jae in memegang kepalanya.
"araseo. kajja kita kerumah sakit." Jae in hanya menganggukan kepala. Kai langsung menggendong Jae in. disuruhnya Taecyeon untuk mengantar mereka kerumah sakit. sedangkan Jia disuruhnya untuk menghubungi appa, dan eommanya. sepanjang perjalanan Jae in tak berhenti-henti berkata 'appo.' Kai semakin panik begitu juga dengan Taecyeon. tidak seperti biasanya Jae in seperti ini . walaupun penyakitnya dulu sering kambuh namun dia tidak pernah sampai terus menerus berkata sakit seperti sekarang. Kai langsung memberi tahu Krystal tentang keadaan Jae in. ketika sampai di rumah sakit. Taecyeon langsung menggendong Jae in masuk ke rumah sakit.
"oppa... appo.... hiks" kali ini Jae in mulai terisak mendengar isakannya saja sudah membuat hati Kai bagai ditusuk-tusuk.
"gwencana, jae-ah.. bertahanlah ne ?" Jae in hanya menangis. dan kini adiknya sedang diperiksa. tak lama kemudian dokter keluar.
"ini gawat, Jae in-ssi harus segera dioperasi." kata dokter itu.
"baiklah dokter. lakukan apapun agar dongsaengku berhenti menangis karena kesakitan." dengan cepat dokter itu segera melangsungkan operasi. sedangkan Kai dan taecyeon menunggu diluar. tiba-tiba Krystal datang sambil berlari-lari kearah kai dan taecyeon.
"bagaimana...keadaannya?" tanya Krystal masih dengan nafas tersenggal-senggal.
"dia sedang dioperasi." kata kai lemah.
"kau sudah memberitahu sehun tentang ini ?" tanya Krystal lagi namun kali ini nafasnya sudah kembali normal.
"belum,, kau saja yang memberitahu nya." Krystal hanya mengangguk lalu mengambil ponsel Kai mengingat dia tidak memiliki nomor ponsel namja itu. setelah memberitahu Sehun 15 menit kemudian Sehun muncul sambil berlari-lari seperti Krystal.
"sebenarnya apa yang terjadi?" jujur Sehun tidak tahu dengan penyakit Jae in. yang ditahunya yeoja itu memiliki sakit yang membuatnya tidak bisa berlari atau kelelahan namun dia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Krystal menarik Sehun menjauh dari ruangan itu lalu mulai menjelaskan.
"sebenarnya Jae in terkena tumor otak. dulu saat kecil dia pernah jatuh dari tangga menyebabkan kepalanya timbul benjolan (?) namun dia tidak memberi tahu kepada siapapun karena takut dimarahi. namun ternyata karena hal itu membuat otaknya tumbuh bentolan(?) kecil. awalnya kecil namun seiring berajalannya waktu bentolan itu semakin membesar dan menghambat peredaran darahnya. semua orang sudah membujuknya untuk berobat. namun dia tetap tidak ingin karena katanya pada akhirnya dia juga akan pergi. tapi aku tahu apa penyebab utumanya. yaitu kau." jelas Krystal panjang lebar. Sehun mengerutkan keningnya mendengar peerkataan Krystal yang terakhir.
"Naega ?" tanya Sehun memastikan sambil menunjuk dirinya sendiri. dan dibalas anggukan oleh Krystal.
"karena kau, Jae in jadi tidak ingin berobat. dia tidak ingin kehilangganmu. makanya aku membencimu dulu. tapi... aku senang karena kau sudah membalas perasaannya dan membuatnya bahagia. jadi jangan buat dia sedih." setelah berkata begitu Krystal langsung pergi meninggalkan Sehun yang masih mematung.
ketika Sehun berbalik. dilihatnya ada sepasang suami istri yang sedang duduk bersama Kai dan Krystal dia bisa mengetahui jika mereka adalah orang tua Jae in dan kai.
"annyeonghaseyo." kata Sehun tersenyum kearah mereka yang dibalas senyum hangat oleh mereka.
"kau namja yang bernama Oh Sehun ?" tanya wanita paruh baya itu.
"ne.." tiba-tiba wanita itu mendekati Sehun lalu memeluknya.
"jeongmal gamsahamnida karena sudah membuat anakku bahagia." Sehun hanya tersenyum. sampai akhirnya pintu ruang operasi dibuka. dokter yang tadi berbicara dengan mereka keluar.
"operasinya berjalan dengan lancar. sebentar lagi Jae in akan dipindahkan kekamar rawat. untuk sekarang kita harus membiarkannya beristirahat. " kata dokter itu lalu langsung berlalu dari situ.
Sehun menatap Jae in dari kaca kemudian dia berkata dalam hati kenapa ? kenapa kamu lakukan ini jae in ? Sehun tersenyum kecut lalu segera pergi dari situ.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sudah 4 minggu Jae in berada dirumah sakit dan tidak masuk sekolah. semenjak dioperasi dokter mengatakan tak banyak lagi harapan. hidup yeoja itu tidak lama lagi . 2 hari lagi Jae in akan berulang tahun. dirinya sangat senang karena orangtuanya sekarang sering meluangkan waktu untuknya. begitu juga Kai,Krystal dan Sehun. tidak pernah seharipun mereka tak menjenguk Jae in membuat yeoja itu sangat senang. kini Jae in sedang berbicara dengan Taecyeon tentang surprise yang akan diberikannya pada Kai dan Krystal. tiba-tiba pembicaraan mereka terpotong karena pintu kamar rawat Jae in terbuka. dan masuklah kai,krystal,dan sehun. ketiganya memakai jacket karena cuaca mulai dingin.
"pokoknya begitu ahjussi.. araseo ?" Taecyeon hanya mengangguk dan segera pergi dari situ. Sehun duduk disamping kasur Jae in karena yeoja itu memanggilnya.
"Kai oppa.. dihari ulang tahunku nanti kalian harus datang kesini ." Kai dan Krystal mengerutkan kening mereka.
"memangnya kenapa ?" tanya keduanya kompak.
"aniya.. hanya saja aku ingin memberikan kalian sesuatu" katanya bersemangat dengan senyum mengembang diwajah pucatnya itu.
"baiklah.. kami akan kesini setelah pulang sekolah." Krystal tersenyum kemudian memeluk Jae in. tak ada yang tahu bahwa senyum itu adalah senyum sedih. Krystal tidak ingin menangis didepan Jae in. Kai sepertinya sudah mengetahui segera menarik Krystal.
"geundae, kami berdua ingin pergi mencari hadiah untukmu Jae-ah. beristirahatlah yah." Kai langsung membawa Krystal keluar dari kamar Jae in. sedangkan Sehun terus menerus memandang yeoja yang sangat dicintainya. dalam hati dia berkata 'kau.. apakah kau akan meninggalkanku ? jika kau mencintaiku.. kumohon jangan tinggalkan aku Jae-ah.. aku tahu kau pasti bisa sembuh' lamunan Sehun terhenti karena tiba-tiba Jae in memeluk pinggangnya.
"wae ? apa ada yang sakit ?" tanya Sehun sambil mengusap rambut Jae in. yeoja itu hanya menggelengkan kepala.
"bogoshipeo.." Jae in semakin mengeratkan pelukkannya. membuat Sehun bingung namun akhirnya dibalas pelukan Jae in.
"Nado.." Sehun mengecup puncak rambut Jae in.
tidak terasa hari ini Jae in berulang tahun . tidak seperti biasanya. Jae in terbangun pagi-pagi sekali. perasaannya tidak enak. dadanya sesak. napasnya tercekat. tiba-tiba dia sulit bernapas. kepalanya sakit dan semakin dia menghirup napas jantungnya semakin terasa sakit. diambilnya selang oksigen disamping ranjangnya kemudian dipasang dihidung dan mulutnya, kemudian dia bernapas seperti biasa. ini aneh... kenapa aku seperti ini ... solma ... Jae in meyingkirakan pikiran buruk itu. namun perasaannya tidak tenang. ini pasti karena aku terlalu senang karena hari ini hari ulang tahunku . Jae in terus berusaha menyingkirkan pikiran yang dulu sering dipikirkannya. tapi perasaan kali ini berbeda dari biasanya. bukan gugup, bukan senang, melainkan takut,gelisah,sedih. pokoknya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. tiba-tiba Jae in mulai menangis. kemudian menulis dibuku berwarna cokelat dengan gambar bertema musim gugur. dia menyobek kertas yang tadi ditulisnya lalu dipanggilnya Taecyeon dan memberikan kertas-kertas itu. "Ahjussi aku ingin pergi ke taman sebentar malam untuk menemani Sehun oppa melihat petasan ne?" Jae in ingin mengabulkan permintaan Sehun.
"tapi agashi. keadaan anda belum ...."
"gwencana." potong Jae in cepat. Taecyeon hanya mengangguk pasrah.
malampun tiba. kini Jae in sedang menunggu Sehun di Lovely Park. yeoja itu memakai dress putih selutut dan memakai blezer pink. cuaca cukup dingin namun Jae in tidak perduli. tak lama kemudian Sehun datang. Jae in tersenyum menatap namja itu. tadi siang Jae in memberikan kai dan krystal liontin couple dan mereka memberikan Jae in hadiah baju yang sekarang digunakan Jae in. Jae in segera berdiri dan menyambut Sehun. namja itu sudah memberinya selamat tadi siang. kini keduanya duduk dibangku taman dalam diam. Jae in menyandarkan kepalanya dipundak Sehun kemudian berkata.
"oppa..apa kau benar-benar mencintaiku ?" Sehun terkejut dengan petanyaan Jae in.
"tentu saja." kata Sehun dengan nada yakin dan tegas. Jae in terkekeh pelan lalu dia mengubah nada suaranya lebih serius.
"geureom,, oppa harus mencoba hidup dengan baik tanpa aku." Sehun terdiam. bagaimana mungkin dia hidup tanpa yeoja ini jika dia sangat mencintainya.
"cobalah oppa...aku ingin kau bahagia..." perkataan Jae in semakin melemah. Sehun tetap teridam
"aku yakin.. kau.. pasti bisa bahagia tanpa aku..oppa" Sehun tak tahan lagi dia menghadap Jae in dan menatap mata yeoja itu dalam-dalam. dapat terlihat dengan jelas kalau saat ini Jae in tengah menahan sakit.
"aku tidak bisa Jae in... aku mencintaimu dan aku tidak bisa bahagia tanpamu. aku tidak ingin mendengar kata perpisahan Jae-ah" nada suara Sehun meninggi. dia tidak penah merasa begitu ketakutan seperti sekarang ini. dia langsung memeluk tubuh Jae in erat. Jae in tidak dapat menahan lagi. air matanya jatuh diwajah pucatnya. dia menangis dalam pelukan Sehun begitu juga Sehun.
"tapi oppa.. aku lelah.." Sehun semakin mengeratkan pelukannya.
"aku mohon jangan tinggalkan aku jae-ah, kau pasti kuat. bertahanlah.. kau pasti sembuh." Sehun terus berusaha menguatkan Jae in. Yeoja itu melepaskan pelukannya dan ditatapnya wajah Sehun. mungkin ini akan menjadi terakhir kali dia menatap wajah namja itu. Jae in mencium bibir Sehun singkat. "gomawo oppa.. sudah membalas perasaanku..."kata Jae in lembut membuat Hati Sehun terasa seperti ditusuk-tusuk pisau. "Jae-ah..." Sehun tak kuat lagi airmatanya mengalir. apa ini tandanya kau ingin berpisah ?. Jae in menyandarkan kepalanya dipundak Sehun lagi. "oppa....aku yakin.. kita pasti .. akan bertemu.. lagi..uljima.." Kepala Jae in sakit sekali membuat sulit bernapas. Sehun semakin terisak. "Jae-ah kajima.." Sehun memeluk tubuh Jae in yang semakin melemah.
"oppa..Saranghae... Sehuniee". Sehun sudah sering mendengarkan kata itu dari mulut Jae in tapi baru kali ini terdengar begitu lemah. dan setelah berkata itu Jae in menutup matanya diringi letusan kembang api . tubuh yeoja itu jatuh dalam pelukan sehun.membuat Sehun terkejut.
"Wae ? kenapa kau pergi sekarang ? aku mencintaimu Jae in. kumohon bagunlah. aku ingin melihat kembang api bersama mu bukan seperti ini.." Sehun terus menangis meratapi yeoja yang dicintainya
tak akan mungkin mengharapkanmu lagi..
tak akan mungkin waktu diputar kembali..
kini musim gugur adalah musim yang paling menyimpan banyak kenangan...
entah kenangan yang harus dilupakan atau disimpan..
seharusnya tidak pernah ada kata perpisahan..
'Saranghae' Jae in..
END
endingnya ancur bangetttt !!! suer author ngerasa kalau endingnya kacau.. mianhae yahh jika ada yang tidak puas dengan ff ini.. author janji di ff selanjutnya author bakalan buat yang lebih baik..jadi sekali lagi mian yahh terutama karena nih ff pasti banyak typonya dan kepanjangan. T_T sekali lagi mianhae .. okay last word RCL guys~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar