Judul : Never Want Say Goodbye
cast : - Oh Sehun (EXO)
- Kim Jae in - jae in (you)
suport cast : Krystal, Kim jongin a.k.a Kai, dll
genre : romantic,sad, comedy(?)
large :chapter
annyeong chingu ,,, ini adalah ff pertama saya ^^ ff ini murni
imajinasiku ,, kalau pun ada yang sama mian karena saya tidak tau ,, dan
untuk itu saya minta maaf sebesar-besarnya jika ff yang saya buat ini
mirip dengan yang sudah ada .. tapi sungguh saya tidak mencopy ff milik
orang..dan mian kalo banyak typo^^ hrap maklumlah baru pemula :3 bagi
yang udah baca mohon di tinggalkan jejaknya. jangan main tinggal RCL yah
guys. okay.. ini dia ff nya semoga pada suka :3
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"mwoya ? kenapa jadi begini ?" sepanjang perjalanan krystal tak henti-henti mengucapkan kata-kata itu. seharusnya Jae in yang protes bukan yeoja ini -____- ".
"aku yakin itu yeoja." lagi-lagi dia bergumam sendiri. jae in yang lelah menndengar kata-kata krystal menjitak kepala temannya sehingga membuat yeoja itu meringis sambil memegang kepalanya. "kenapa kau yang protes ? seharusnya aku yang protes." jae in mendengus kesal mengingat akibat ulah krystal membuat yeoja itu harus uring-uringan gak jelas bahkan dia tak makan hanya karena masalah ini. dan yang paling membuatnya malu adalah ketika mengingat dia menangis hanya karena cemburu pada seorang yeoja yang ternyata adalah namja . haisshh dia benar-benar malu. diliriknya Krystal yang masih meringis sambil mengusap-usap kepalanya membuat Jae in kesal dan berjalan meninggalkan krystal.
"jae-ah tunggu aku." krystal berlari mengejar jae in yang mencepatkan langkah kakinya sambil sesekali menengok kearah krystal. dan tiba-tiba Jae in menyambar seseorang menghasilkan bunyi yang cukup kuat. membuat keduanya terhempas kelantai. Krystal yang melihat itu langsung membantu Jae in bangun.sedangkan yang disambar hanya mendengus kesal.
"ternyata kamu yang menabrakku." jae in kenal suara itu. suara yang selalu menghina dan mengganggunya. Jae in mendongakkan kepalanya dan benar dugaannya. yeoja berambut blonde yang selalu memakai eyeliner dan blezer hitam putihnya serta rok 30 cm diatas lutut kini berdiri didepannya sambil menatapnya sinis. jujur saja sampai sekarang Jae in tak habis pikir kenapa yeoja itu begitu membencinya. bukankah masalah antara orang tua dan orang tua tidak perlu membuat anak-anak ikut-ikutan? ahh Jae in tau penyebab satunya lagi . yah kali ini dia yakin penyebabnya adalah dirinya.
flashback.
tiga tahun yang lalu ketika jiyeon masih duduk dibangku SMP, hidup Jiyeon benar-benar menyenangkan memiliki keluarga yang kaya, wajah yang cantik, menjadi idola disekolah, punya banyak teman, dan seseorang yang disukainya. semuanya lebih terasa menyenangkan ketika orang itu kini menjadi namjachingunya. hidupnya terasa begitu sempurna. yah orang yang disukainya itu adalah Oh Sehun. dari awal mereka bertemu dia sudah jatuh hati dengan namja itu. dan perasaannya terbalaskan. namja itu juga menyukai dirinya. akhirnya ketika mereka pacaran Jiyeon merasa hidupnya benar-benar lengkap. hari demi hari berlanjut dan Jiyeon semakin menyukai sehun begitu pula sebaliknya . sampai akhirnya sesuatu hal membuatnya terpaksa melepaskan semua kebahagiaan yang dia miliki. perusahaan appa Jiyeon bangkrut karena rekan kerja perusahan appanya memutuskan kontrak. dan hal itu mengharuskan Jiyeon dan keluarganya pindah ke Amerika. Jiyeon ingin tinggal karena dia tidak ingin meninggalkan Sehun. dia sangat menyayangi namja itu. namun waktu tidak mengijinkannya. karena takut berita itu tersebar malam hari Jiyeon dan keluarganya langsung berangkat ke Amerika sehingga dirinya tak dapat memberitahukan atau berpamitan dengan Sehun.
Sudah tiga hari Sehun tidak mendengar kabar tentang Jiyeon. namja itu benar-benar kehilangan kontak dengan yeoja itu. ketika dia mengunjungi rumah Jiyeon dia mendapat kabar yang sangat menyakitkan hatinya, dia merasa dicampakkan. ditambah banyak namja-namja yang dulu ditolak Jiyeon selalu mengejek dan menertawakannya. Sehun merasa sangat marah dan sakit disaat bersamaan. dan tak terasa sudah 3 tahun berlalu. Jiyeon kini kembali ke Korea. dia ingin merebut kembali semua yang dulu pernah dilepaskannya. Dia memutuskan untuk membalas dendam kepada orang yang telah membuat dirinya dan keluarganya sempat menderita. Jiyeon masuk ke sekolah yang sama dengan anak dari rekan kerja appanya yang memutuskan kontrak. dia ingin membalas dendam. dan begitu mengetahui bahwa Sehun juga bersekolah disitu dia ingin sekali kembali kesisi namja itu. dengan mengubah gayanya. jika dulu rambutnya hitam dan lurus kini rambutnya berubah menjadi blonde. jika dulu dia tidak pernah menyentuh make up kini wajahnya penuh dengan make up.dan jika dulu dia tidak memakai accessories saat kesekolah ataupun kemanapun kini dirinya penuh dengan accessories. penampilannya benar-benar berubah. dan ketika masuk sekolah itu Jiyeon sudah cukup menarik pusat perhatian disekolah itu. namun ketika dia bertemu dengan Sehun, namja itu hanya melewatinya seakan mereka tidak pernah kenal. Jiyeon merasa terpukul dengan hal itu dan semuanya semakin membuatnya kesal dan marah ketika mengetahui ternyata yeoja yang ingin dia balas dendam itu menyukai Sehun. dan mulai saat itu Jiyeon men cap Jae in sebagai musuh yang harus disingkirkannya agar semuanya terbalaskan.
flashback end
Jae in menarik Krystal untuk segera pergi dari situ sebelum mereka menimbulkan keributan.
"hahaha, wae ? kenapa ingin lari ? takut penyakitmu tersebar ? hahahaha" Jiyeon tertawa dan terus mengejek Jae in. sampai akhirnya Krystal maju kehadapan Jiyeon.
"YA PARK JIYEON !! APA MAUMU ??" teriak Krystal dan hasilnya banyak siswa yang mulai berdatangan untuk melihat mereka.
"hei hei hei,, tenang Bakteri galak. aku tidak punya urusan denganmu. aku hanya ingin bicara dengan VIRUS yang berdiri dibelakangmu." Jiyeon menunjuk jijik kearah Jae in seakan yeoja itu adalah sampah busuk yang harus dijauhi. Jae in hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Jiyeon. dia berusaha menarik lengan Krystal agar segera pergi dari situ sebelum mereka semakin menarik perhatian. namun Krystal tidak bergerak dia menghiraukan Jae in yang terus menariknya pergi.
"Park Jiyeon-ssi aku bingung denganmu, kenapa kau begitu benci dengan Jae in ? memangnya dia sudah melakukan kesalahan apa? jika alasannya hanya karena masalah orang tua jae in dan orang tuamu cukup mereka yang terlibat masalah ini. jangan kalian ikut terlibat." ucap Krystal panjang lebar.
"aniya. dulunya memang aku kesal dengan hal itu. tapi sekarang ada satu hal yang membuatku tidak bisa memaafkannya. Kim Jae in sudah merebut sesuatu yang terpenting dalam hidupku. dia telah merebut namja yang seharusnya masih menjadi milikku." tanpa mereka sadari raut wajah Jae in sudah berubah. wajahnya sudah menjadi pucat. sampai akhirnya Jae in merasakan pusing dan suara orang-orang terdengar semakin pelan. dan saat itu juga Jae in jatuh pingsan.
Sehun yang dari kejauhan melihat keramaian itu segera mendekat dia mendengar apa yang dikataan Jiyeon namun matanya tertuju pada Jae in. dan dengan cepat dia berlari untuk menahan Jae in. membuat beberapa orang melihat kearah Sehun. namja itu segera menggendong Jae in dan tanpa bersuara dia segera membawanya ke UKS. Sehun merasakan hal yang namanya Deja vu.saat dimana dulu dimana pertama kali Sehun mengikuti yeoja itu kekelas dan didapatinya yeoja itu pingsan.
Jantung sehun berdetak berkali-kali lipat rasa takut memenuhi hatinya. dilihat wajah putih Jae in yang semakin pucat. Sehun baru menyadari kalau semakin hari wajah Jae in semakin pucat. Sehun memegang tangan Jae in. "Ireona Jae-ah..." lirih Sehun. tiba-tiba pintu UKS terbuka dan masuk kai dengan Krystal. Sehun langsung melepas tangan Jae in dan berdiri mempersilahkan Kai duduk disamping kasur Jae in.
"Sehun kenapa Jae in ? dan bagaimana keadaannya ?" Kai dengan wajah khawatir memegang pipi dongsaeng kesayangannya.
"molla hyung. tadi Song ssaem bilang penyakitnya tidak kambuh." kata Sehun bingung. tiba-tiba Jae in sadar. betapa terkejutnya dia meihat kai,sehun dan Krystal yang sedang menatapnya khawatir.
"Jae-ah neo gwencana ?" tanya Krystal langsung memeluk Jae in.
"eoh, nan gwencana hanya.... sedikit..... lapar.. hehe" Jae in tersenyum malu setelah mengatakan itu. tiba-tiba Sehun berdiri dan segera berlari menuju kantin mereka yang melihat itu hanya keheranan (?). sebenarnya bel masuk sudah berbunyi dari tadi tapi karena panik dan khawatir Krystal berlari memanggil kai yang sedang ulangan harian.
"oppa,krystal, kalian kembalilah kekelas aku tidak ingin kalian membolos hanya karena aku." Jae in tersenyum manis kearah Krystal dan Kai.
"shireo!! aku ingin menemanimu disini Jae-ah." kata Krystal yang bergelayut manja dilengan Jae in. Kai yang melihat itu segera menjitak kepala Krystal. membuat yeoja itu meringis dan menatap tajam kearah kai.
"oppa apa salahku?" Kai tidak menjawabnya dan langsung berjalan keluar UKS setelah mencium puncak kepala Jae in.
"haish kenapa kalian berdua suka sekali menjitak kepala ku ?" Krystal masih mengusap-usap kepalanya. sampai Sehun masuk dengan beberapa bungkusan makanan dan minuman. segera dia membuka bungkusan makanan itu dan memberikannya pada Jae in.
"gomawo oppa." Jae in yang ingin mengambil sendok itu namun tangannya keram. seperti mengerti Sehun mengambil makanan itu dan segera menyuapi Jae in. reaksi yeoja itu kaget (tentunya) namun akhirnya dia makan sambil malu-malu. Krystal yang merasa seperti obat nyamuk segera berpamitan dan kembali kekelas. dan tinggalah Sehun dan Jae in di ruangan itu. keduanya sama-sama diam.
"mianhae oppa." Jae in membuka percakapan.
"wae ? kau tidak berbuat kesalahan apapun."
"aniya. aku sudah salah sangka padamu"
"gwencana, tapi memang benar saat itu aku sedang berjalan dengan Luhan, hyungku. dia sekarang sedang kuliah di China dan dia pulang ke korea hanya untuk menghabiskan liburan musim panas. minggu depan dia akan kembali ke China maka dari itu dia ingin aku menemaninya mengelilingi tempat-tempat yang dulu sering kami kunjungi." jelas Sehun panjang lebar. kemudian namja itu memeberikan Jae in minum.lalu di lapnya mulut yeoja itu dengan ibu jarinya. pandangan mata Sehun dan Jae in bertemu keduanya saling bertatapan cukup lama dengan posisi Jae in duduk di Kasur dan Sehun di kursi membuat yeoja itu harus sedikit menundukkan kepala. seakan tersadar Jae in langsung berdehem(?) dan Sehun langsung menurunkan tangannya suasana disitu sedikit kaku.
"oppa.... aku lelah... aku ingin menghentikan semuanya oppa.." lirih Jae in.
"kenapa ? kenapa kau ingin berhenti?" Sehun berdiri dan menatap Jae in namun yeoja itu tak sanggup menatap mata Sehun.
"aku lelah... aku sudah melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatianmu. tapi kau tidak pernah memperdulikannya." Jae in semakin menundukkan kepalanya.
"kata siapa aku tidak memperdulikannya?"
"eh? tapi..."
CUP~
kata-kata Jae in terhenti dengan kecupan singkat dibibirnya dari Sehun. tubuhnya mematung jantungnya berdetak dengan kencang,tubuhnya terasa panas. Kemudian Sehun berkata
"Jangan berhenti Jae-ah"
".... aku .... aku juga menyukaimu."
tbc~
oke perkiraan Author ff ini akan selsai pada part 8 .. tapi masih perkiraan yah.. hehe gimana part ini gaje? kependekkan ? atau kepanjangankah ? mian kalo ada bnyk typo.. oke last word RCL guys ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar