Judul : Never Want Say Goodbye
cast : - Oh Sehun (EXO)
- Kim Jae in - jae in (you)
suport cast : Krystal, Kim jongin a.k.a Kai, dll
genre : romantic,sad, comedy(?)
large :chapter
annyeong chingu ,,, ini adalah ff pertama saya ^^ ff ini murni
imajinasiku ,, kalau pun ada yang sama mian karena saya tidak tau ,, dan
untuk itu saya minta maaf sebesar-besarnya jika ff yang saya buat ini
mirip dengan yang sudah ada .. tapi sungguh saya tidak mencopy ff milik
orang..dan mian kalo banyak typo^^ hrap maklumlah baru pemula :3 bagi
yang udah baca mohon di tinggalkan jejaknya. jangan main tinggal RCL yah
guys. okay.. ini dia ff nya semoga pada suka :3
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sudah seminggu semenjak kejadian di UKS. kejadian yang memberi pengaruh pada hari-hari selanjtnya. ya , semenjak kejadian itu sehun dan Jae in resmi menjadi sepasang kekasih yang sempat membuat seluruh sekolah heboh termasuk Kai dan Krystal. dan bisa kalian tebak bagaimana reaksi Jiyeon yang mengetahui kejadian ini. Yeoja itu langsung menghampiri Jae in dan memarahi bahkan dia sempat memaki Jae in. namun Sehun datang dan membalas memarahi Jiyeon. membuat yeoja itu sempat tak masuk sekolah selama dua hari. Jae in benar-benar senang karena ternyata perasaannya terbalaskan. ternyata usaha Jae in untuk tidak berobat tidak sia-sia. namun ada sedikit perasaan bersalah dan takut dihatinya. kalian tahu kenapa? ya, karena dia merasa bersalah jika nanti dirinya meninggalkan Sehun dan perasaan takut jika karena dirinya membuat namja itu bersedih. tapi segera disingkirkan pikiran negative itu. dan sekarang disini lah Jae in didalam perpustakaan tempat yang sering mereka habiskan disekolah. kenapa perpustakaan ? karena tempat ini sangat sepi. hanya ada beberapa siswa kutu buku. sambil memperhatikan Sehun yang sedang tidur di paha(?) nya. tangan Jae in memainkan rambut sehun. senyum manisnya tak pernah lepas dari wajahnya itu.
"sehuniee.." panggil Jae in lembut.
"hmm?" sehun hanya membalas dengan bergumam tanpa membuka matanya.
"bulan depan adalah ulang tahunku kamu ingin kado apa ?" tanya Jae in dan kali ini Sehun bangun dan langsung duduk sambil menghadap Jae in.
"harusnya aku yang berkata begitu. mana ada orang ulang tahun memberikan kado pada orang lain." Sehun mencubit gemas hidung Jae in membuat yeoja itu memanyunkan (?) bibirnya.
"memangnya tidak bisa ? kau tahukan aku suka sekali membuat surprise, dan walaupun itu hari ulang tahunku aku juga akan memberikan kau,krystal,dan kai oppa kejutan."
"andwae! harusnya kami yang memberikanmu kejutan."
"tak apa oppa. aku sangat ingin memberikan kejutan pada orang-orang. dengan melihat mereka senang dengan kejutanku, rasanya usahaku terbalaskan. jadi apa yang oppa inginkan?" Sehun tampak berpikir kemudian menjawab.
"baiklah. aku ingin menonton kembang api bersamamu." kata Sehun. Jae in bingung ingin menjawab apa. bukan ini maksudnya. dia ingin memberikan sesuatu agar sehun bisa mengingatnya. tapi jika itu yang diinginkan Sehun dia juga senang.
"baiklah. tapi aku akan memberikanmu sesuatu oppa." Jae in tersenyum misterius.
"apa itu?" tanya sehun penasaran.
"ehmm............. secret" Jae in menjulurkan lidah dan berjalan menjauhi sehun takut jika namja itu akan mengerjainya namun Jae in terlambat dengan cepat Sehun menarik tangannya dan menyandarkan Jae in di tembok lalu tangan kirinya menahan dinding dan tangan kanannya memeluk pinggang Jae in. tenang, mereka berada di pojok perpustakaan. dan tempat ini terhaang oleh rak-rak buku. keduanya saling bertatapan. jantung keduanya sama-sama berdetak dengan kencang. tiba-tiba Sehun mendekatkan wajahnya dengan wajah Jae in. spontan saja Jae in menutup matanya jika Sehun akan menciumnya. Sehun yang meihat itu terkekeh pelan namun segera dicium nya puncak hidung Jae in.
"mwoya." Jae in merasa dipermainkan. wajahnya memerah menahan malu sedangkan Sehun hanya tertawa lepas membuat yeoja itu semakin malu. bel masuk berbunyi Jae in dengan cepat berjalan meninggalkan Sehun namun lagi-lagi namja itu menarik Jae in kemudian menggenggam tangan yeoja itu lalu berkata. "kajja. kita pergi sama-sama" Sehun tersenyum dan berjalan didepan sedangkan Jae in merasakan wajahnya memanas dengan kata-kata sehun juga ketika melihat tangannya kini berada didalam genggaman namja yang sangat dicintainya itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kini Krystal hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah sahabatnya yang aneh selama seminggu ini. bahkan semakin hari, semakin aneh. Krystal tau penyebabnya pasti karena hubungannya dengan Sehun. tapi kenapa reaksi yeoja disampingnya ini benar-benar berlebihan. seminggu yang lalu ketika keluar dari UKS wajahnya tiba-tiba memerah kemudian memucat lagi sungguh benar-benar aneh. kemudian ketika dalam perjalanan pulang Jae in tertawa sendiri sambil memegang pipinya bahkan dia sering memegang jantungnya dan tersenyum aneh sambil menatap letak jantungnya itu. dan kata Jia ajumma, Jae in tidak bisa bertemu dengan cermin. karena jika dia bertemu dengan cermin dia akan duduk disitu dengan lama sambil tertawa, bicara, bahkan menggumam tidak jelas lalu terus memegang bibirnya. oh come on. didunia ini tidak adakan orang yang jatuh cinta sampai membuatnya gila?. bahkan sekarang sudah hampir 5 menit yang lalu bel pulang sekolah berbunyi namun yeoja ini belum menyadarinya juga. dia terus menerus tersenyum sambil menatap keluar jendela.
"YAK! MAU SAMPAI KAPAN KAMU BEGITU JAE IN-SSI??" teriak Krystal kesal. namun Jae in tidak mendengarnya bahkan dia sempat tertawa lalu menelungkupkan(?) wajahnya di meja sambil memegang pipinya. Krystal tidak tahan lagi, segera dia berlari meninggalkan Jae in dan menuju kelas Sehun. dan apa yang didapati Krystal? Sehun juga melakukan hal yang sama dengan Jae in. Krystal benar-benar hampir gila. dia kembali kekelas untuk mengambil tas dan dia melihat Kai sedang berlari kearahnya.
"oppa.." panggil Krystal manja lalu langsung memeluknya.
"wae? kenapa wajahmu kusut begitu chagi ?" Kai mengelus wajah Krystal.
"oppa aku benar-benar akan gila dengan sikap Jae in dan Sehun."
"memangnya kenapa ?" Kai merangkul Krystal.
"molla." Krystal memeluk Kai lagi. tiba-tiba Jae in keluar kelas dengan wajah kesal.
"yak Jung soo jung kenapa kau tidak memberitahu aku jika sudah pulang dari tadi dan malah asyik bermesraan disini."
"YAK! AKU SUDAH BERTERIAK MENYADARKANMU TAPI KAMU TERUS TERSENYUM TIDAK JELAS DAN MENGABAIKANKU KIM JAE IN-SSI" dengan nafas tersenggal-senggal dia menatap Jae in kesal.
"haish.. arasseo ajumma. kau tidak usah berteriak-teriak seperti itu."
"BERHENTI MEMANGGILKU AJUMMAAAA!!!!" Krystal berteriak dengan kuat. membuat siswa-siswa yang masih berada disekolah itu menatap mereka heran bahkan kai memandang heran kearah jae in dan krystal secara bergantian. entah sejak kapan Sehun sudah berdiri dibelakang mereka. dan ekspresinya sama seperti Kai yaitu bingung dengan sikap kedua yeoja mereka.
"ohh, Sehuniee kau sudah datang? kajja kita pergi. aku ingin menunjukkan suatu tempat untukmu." Jae in menarik tangan Sehun. kemudian berpamitan dengan Krystal dan Kai lalu mereka pergi. sedangkan Krystal dan kai hanya bisa diam karena bingung dengan pasangan yang satu itu.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
sekarang Jae in dan Sehun sedang duduk diayunan sambil memakan eskrim.ya, Jae in membawa Sehun ke taman kesayangannya. awalnya Sehun bingung dibawah ketaman tak terurus lagi namun akhirnya dia menikmatinya. diliriknya Jae in yang sangat menikmati eskrim caramelnya. Sehun yang terus memperhatikan Jae in tidak sadar jika eskrim vanila yang sedang dimakannya sudah belepotan (?) dan ketika Jae in menatap Sehun, namja itu langsung membuang muka karena malu kedapatan sedang memperhatikan yeoja itu diam-diam. tiba-tiba Jae in tetawa. bukan karena dia melihat sehun yang tengah menatapnya diam-diam, malahan dia tidak mengetahuinya. namun yang membuat yeoja itu tertawa adalah wajah sehun.
"wae? kenapa kau tertawa seperti itu?" Sehun menjadi malu karena dikiranya Jae in sedang menertawai sikapnya tadi.
"oppa... wajahmu.. hahahahaha"Jae in tertawa sampai tubuhnya (?) bergetar hebat.
"Wae ?" Sehun memasang wajah polos sambil menatap Jae in. yeoja itu menghentikan tawanya.
"ada banyak eskrim belepotan diwajahmu oppa."
"kalau begitu bersihkan." ucap Sehun manja.
"ternyata seorang Oh Sehun memiliki sifat manja juga eoh?" Jae in mengeluarkan sapu tangan bunga sakuranya dan mengelap wajah Sehun yang belepotan.
"memangnya kau tidak suka ?"Jae in langsung menggelengkan kepala.
"aniya , neomu joha. " Sehun tersenyum lalu mencubit hidung Jae in. membuat yeoja itu sedikit meringis sambil mengusap-usap hidungnya. tiba-tiba Sehun mengeluarkan ponselnya lalu menyodorkan kepada Jae in.
"ini adalah hyungku." Jae in melihat foto selca sehun dengan seorang namja yang katanya adalah hyungnya. jujur saja pandangan pertama yang ditangkap Jae in tentang wajah namja yang sedang berfoto dengan sehun difoto itu adalah 'kyeopta'.
"kyeopta .." gumam Jae in pelan.
"haha.. jika Luhan hyung mendengar ucapan mu tentang dirinya pasti dia akan protes." Sehun terkekeh geli membayangkan bagaimana reaksi Luhan.
"memangnya kenapa oppa? pantas saja Krystal begitu yakin bahwa dia tidak salah lihat."
"ahh, hyungku tidak suka jika orang-orang mengatakannya kyeopta,cute, atau lainnya. dia ingin orang-orang mengatakannya manly. padahal sangat berbeda jauh dengan wajahnya. bahkan aku saja adiknya masih belum yakin kalau sekarang dia sudah berumur 23 tahun." cerocos Sehun pajang lebar. membuat Jae in terkekeh geli.
"oppa, ada yang ingin kukenalkan denganmu." kata jae in tiba-tiba
"dugu?"
"tapi oppa jangan cemburu dengannya yah."
"dugu ? apa dia ada disini sekarang?" Sehun semakin penasaran dengan perkataan Jae in.
"dia setiap hari ada ditaman ini oppa."
"ehh? tapi tidak ada siapa-siapa disini selain kita berdua." Sehun mengedarkan pandangannya mencari orang lain ditaman ini namun hasilnya nihil karena ditaman ini tak ada orang lain selain mereka.
"oppa tidak bisa melihatnya ?" sekali lagi Sehun mengedarkan pandangannya
"tidak."
"aneh,, padahal aku bisa meihatnya dan dia sangat besar kenapa oppa tidak bisa melihatnya?" gumam Jae in yang masih dapat didengar Sehun.
"jinjja ? tapi aku tidak melihat siapa-siapa." tiba-tiba Jae in berdiri dari ayunan dan berjalan pergi sedangkan Sehun hanya mengikuti yeoja itu dari belakang. dan kini mereka berdua berdiri didepan patung Malaikat yang sedang memegang alat musik harpa.
"aneh, kenapa aku bisa melihatmu tapi sehun oppa tidak bisa melihatmu?" tanya Jae in pada patung malaikat itu.
"oppa, kau benar-benar tidak bisa melihat dia?" tunjuk Jae in pada patung itu.
"ehh ? dia ?" Sehun menunjuk patung itu dan dibalas anggukan dari Jae in.
"cepat oppa perkenalkan dirimu." Jae in mendorong Sehun membuat namja itu tersentak kaget namun diturutinya kata Jae in.
"annyeonghaseo cheonun Oh Sehun imnida. saya namja chingunya Jae in. bagaseupnida" kata Sehun sambil memperkenalkan dirinya.
"dia yang selalu menemaniku jika aku sedih,senang atau apapun yang aku rasakan. bahkan aku sering menceritakan dirimu padanya dan dia juga tahu beberapa rahasia tentangku." Jae in mengelus tangan malaikat itu yang sedang memegang harpa.
"rahasia ? rahasia apa? lalu apa yang kau ceritakan tentang aku ?"
"tanya saja padanya."
"Ya ! kau tahu rahasia Jae in? lalu apa yang dia ceritakan tentang aku ?" tanya Sehun pada patung itu namun tidak ada jawaban (tentu saja).
"dia tidak menjawabku." Sehun berkata pada Jae in sambil memasang wajah polos.
"kurasa kau harus mendekatinya baru dia akan memberitahumu." jae in tersenyum mengejek lalu berlari kearah ayunan. Sehun yang melihat itu terkejut dan berteriak. "YAK! KENAPA KAU BERLARI ?" dengan panik Sehun berlari menyusul Jae in dan memeriksa keadaan yeoja itu. Jae in hanya mendengus kesal melihat tingkah sehun.
"Yak Oh Sehun ! kau sama seperti Jia ajumma saja."gerutu Jae in kemudian membalikkan badannya sehingga dia membelakangi Sehun. tiba tiba namja itu memeluk tubuh Jae in dari belakang. membuat yeoja itu tersentak kaget.
"aku hanya khawatir jika kau kenapa-napa Jae-ah." Jae in terdiam beberapa detik kemudian dia membalikkan badannya menghadap Sehun lalu tersenyum manis.
"gwencana oppa. kau tidak usah terlalu khawatir." Sehun tersenyum lalu perlahan kepalanya mendekati Jae in, semakin dekat dan akhirnya..
CUP~
Sehun mencium Jae in. kali ini tidak ada sikap jahil. ciuman kali ini dengan sungguh-sungguh dan penuh perasaan. keduanya berharap waktu bisa berhenti. dan dalam hati keduanya berdoa agar selamanya akan bahagia dan terus bersama. namun pernah dengarkan istilah roda terus berputar. tak selamanya semua orang akan berada diatas. suatu saat pasti akan ada dibawah. namun Sehun dan Jae in tidak memperdulikan itu walaupun Jae in tahu dia tidak mungkin berada disamping Sehun selamanya. kecuali ada mukjizat yang menyembuhkan penyakitnya. dan disinilah mereka ditaman ini yang menjadi saksi cinta mereka.
tbc~
hurrayyyy .. part 7 selesai juga.. mian yah jika banyak typo atau kepanjangan.. oke part 8 menjadi END dari ff ini.. dan mungkin author juga akan menambah epilog.. tapi baru mungkin yah belum pasti *peace.. okay last word RCL yah guys ~ ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar